Radar Surabaya – Kuning telur kerap dihindari karena dianggap mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Tak sedikit orang memilih hanya mengonsumsi putih telur demi alasan kesehatan. Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang sehat, seperti direbus, kuning telur justru kaya nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Berikut lima manfaat kuning telur yang sayang untuk dilewatkan.
1. Menjaga kesehatan mata
Kuning telur mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang berperan melindungi retina dari kerusakan akibat penuaan. Kedua zat ini juga diketahui membantu menurunkan risiko gangguan mata, seperti katarak dan degenerasi makula.
2. Membantu pembentukan dan perbaikan otot
Selain putih telur, kuning telur juga mengandung protein berkualitas tinggi yang dilengkapi berbagai asam amino esensial. Nutrisi ini berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh yang rusak sekaligus mendukung pembentukan massa otot.
3. Menjaga kesehatan tulang dan gigi
Kuning telur merupakan salah satu sumber alami vitamin D yang membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kandungan tersebut berkontribusi menjaga kepadatan tulang serta mendukung kesehatan tulang dan gigi.
4. Mendukung tumbuh kembang janin
Bagi ibu hamil, kuning telur mengandung asam folat dan kolin yang penting untuk perkembangan otak janin. Nutrisi tersebut juga berperan dalam membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada bayi selama masa kehamilan.
5. Membantu mengurangi peradangan
Kuning telur mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan ini dapat membantu mengurangi risiko peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan radang sendi.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi kuning telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Bagi orang sehat, mengonsumsi telur utuh dalam jumlah wajar umumnya aman sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Sementara bagi penderita kolesterol tinggi atau penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah konsumsi yang sesuai agar manfaatnya tetap optimal tanpa meningkatkan risiko kesehatan. (nor/fir)
