Radar Surabaya – Lingkaran hitam di bawah mata atau yang kerap disebut mata panda sering dianggap sebagai tanda kurang tidur. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan begadang. Berbagai faktor lain, mulai dari usia hingga kondisi kesehatan tertentu, juga dapat memicu munculnya area bawah mata yang menghitam.
Kurang tidur memang menjadi salah satu penyebab utama. Saat tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, idealnya 7–9 jam setiap malam, kulit cenderung tampak lebih pucat sehingga pembuluh darah di bawah mata yang tipis terlihat lebih jelas. Akibatnya, area tersebut tampak lebih gelap.
Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus juga dapat menyebabkan penumpukan cairan di bawah mata. Kondisi ini memicu pembengkakan atau kantung mata yang membuat lingkaran hitam terlihat semakin jelas.
Baca Juga: Air Mata Bukan Obat Jerawat, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Kulit Wajah
Namun, para ahli menjelaskan bahwa mata panda juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain. Bertambahnya usia, misalnya, menyebabkan jaringan kulit dan otot di sekitar mata melemah sehingga lemak lebih mudah bergeser ke bawah mata dan membentuk kantung mata.
Gaya hidup turut berperan. Konsumsi garam berlebihan dapat memicu retensi cairan di area wajah, sementara kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan dehidrasi yang memperburuk tampilan lingkaran hitam di bawah mata.
Selain itu, faktor genetik membuat sebagian orang memang lebih rentan memiliki mata panda sejak usia muda. Reaksi alergi yang menyebabkan mata sering digosok juga dapat memicu iritasi dan perubahan warna kulit di sekitar mata.
Baca Juga: Bangun Lebih Awal Bantu Atur Aktivitas dan Jaga Kesehatan Mental
Beberapa kondisi kesehatan, seperti stres berkepanjangan, dehidrasi, perubahan hormon saat menstruasi, anemia, hingga gangguan tiroid, juga dapat menjadi penyebab munculnya lingkaran hitam di bawah mata.
Untuk mengurangi mata panda, langkah pertama yang disarankan adalah memperbaiki pola hidup, terutama dengan menjaga kualitas dan durasi tidur. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi konsumsi garam, serta menghindari rokok dan alkohol juga dapat membantu memperbaiki kondisi kulit di sekitar mata.
Baca Juga: Gemar Mengunyah Es Batu, Waspadai Lima Risiko Kesehatan yang Mengintai
Sebagai perawatan tambahan, penggunaan serum mata yang mengandung kafein atau hyaluronic acid dapat membantu menghidrasi kulit, menyamarkan lingkaran hitam, serta mengurangi pembengkakan. Aplikator dengan sensasi dingin juga dapat membantu mengecilkan kantung mata.
Apabila lingkaran hitam tidak kunjung membaik atau diduga berkaitan dengan faktor genetik maupun kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter spesialis kulit menjadi langkah yang tepat agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing. (nor/fir)