RADAR SURABAYA – Olahraga selama ini dikenal sebagai kunci hidup sehat sekaligus menjaga penampilan tetap awet muda. Aktivitas fisik rutin membantu melancarkan peredaran darah, meningkatkan metabolisme, dan membuat tubuh lebih bugar. Namun, para ahli mengingatkan bahwa olahraga berlebihan tanpa perencanaan yang tepat justru dapat berdampak sebaliknya, termasuk mempercepat tanda-tanda penuaan pada kulit.
Pakar longevity, Gonzalo Ruíz Utrilla, menjelaskan bahwa olahraga seharusnya dirancang secara terukur untuk menstimulasi proses biologis yang mendukung kesehatan jangka panjang.
“Pendekatan ideal adalah menyusun rencana olahraga yang dioptimalkan, yang dapat merangsang indikator biologis kesehatan serta meningkatkan umur panjang tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh,” ujarnya.
Baca Juga: Dirikan Koperasi, KONI Jatim Bangun Ekosistem Ekonomi Olahraga Berkelanjutan
Menurut Gonzalo, latihan yang terlalu keras—terutama di usia matang—dapat memicu allostatic load, yakni akumulasi kelelahan akibat stres fisik dan emosional. Kondisi ini mengaktifkan sistem saraf simpatik secara berlebihan dan memicu stres kronis. Dampaknya tidak hanya menurunkan stamina serta memperlambat pemulihan tubuh, tetapi juga membuat kulit tampak kusam, kering, dan lebih mudah berkerut.
Manfaat Olahraga Moderat untuk Kulit
Di sisi lain, olahraga dalam intensitas normal justru memberikan manfaat besar. Dokter estetika Sofía Ruiz del Cueto menekankan pentingnya sirkulasi darah dalam menjaga kesehatan kulit.
“Ketika aliran darah meningkat, kulit mendapatkan lebih banyak oksigen dan nutrisi yang diperlukan,” jelasnya.
Baca Juga: Makin Digemari, Padel Butuh Lapangan dengan Atap yang Sesuai Standar Infrastruktur Olahraga Modern
Peningkatan sirkulasi tersebut membantu pembentukan kolagen dan elastin, dua komponen utama yang menjaga kekenyalan kulit. Selain itu, olahraga juga berperan dalam mengatur kadar kortisol, hormon stres yang berkaitan dengan penuaan dini.
Sofía menyarankan olahraga kardio ringan hingga sedang selama tiga sampai lima hari per minggu, disertai pola makan seimbang, asupan protein dan antioksidan yang cukup, serta hidrasi optimal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kecukupan cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga, serta menghindari paparan sinar UV berlebihan atau suhu ekstrem saat latihan.
Latihan Kekuatan Tetap Dianjurkan
Sementara itu, pelatih kebugaran dan ahli CrossFit, Jesús Valor, menegaskan bahwa latihan berdampak tinggi tidak selalu identik dengan percepatan penuaan, selama dilakukan secara moderat.
“Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan olahraga dengan intensitas sedang dapat mempercepat proses penuaan pada kulit,” tegasnya.
Baca Juga: Berat Badan Turun Saat Puasa Ramadan, Ini Batas Aman Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Menurut Valor, latihan kekuatan justru sangat dianjurkan, terutama bagi individu berusia di atas 50 tahun atau perempuan yang mengalami penurunan hormon estrogen. Otot berperan sebagai organ endokrin yang mengirimkan sinyal penting ke seluruh tubuh, sehingga latihan kekuatan yang terukur dapat membantu memperlambat proses penuaan.
Alih-alih meningkatkan durasi atau intensitas secara ekstrem, keseimbangan dan kualitas latihan menjadi faktor utama menjaga kesehatan kulit. Olahraga yang terencana dan moderat membantu meningkatkan sirkulasi, produksi kolagen, serta kesehatan tubuh dan kulit secara menyeluruh. (rif/fir)
Editor : M Firman Syah