Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ada Kuliner Khas India di Jejak Peradaban Ampel di Surabaya

Mus Purmadani • Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:27 WIB

BERDAGANG: Salah satu tempat di Ampel yang menjual aneka kuliner India.
BERDAGANG: Salah satu tempat di Ampel yang menjual aneka kuliner India.


RADAR SURABAYA - Ampel Denta sudah lama dikenal dengan pusat rempah-rempah. Bukti keberadaan cengkeh terukir pada gapura Komplek Sunan Ampel.

Pegiat sejarah kota Surabaya Nanang Purwono mengungkapkan, selain gambar cengkeh, juga ada relief bunga lawang.

Sayang keberadaan simbol-simbol rempah-rempah itu tidak banyak diketahui publik.

“Padahal gapura-gapura itu sudah dilewati jutaan umat,” kata Nanang, Minggu (10/8).

Rempah-rempah juga sudah identik dengan Ampel. Masakan dan kuliner Ampel sesungguhnya mengandung rempah-rempah.

Mulai jajanan mageli, sambosa, martabak, gulai, nasi biryani hingga minuman lokal yang bernama gawak serta kopi beraroma rempah.

Nanang mengatakan, di sebuah gang Ampel Kembang, ada sebuah rumah yang menjajakan aneka rempah hingga bumbu siap masak.

“Aneka masakan berbumbu rempah-rempah dijual di situ,” ujarnya.

Warga lokal mengatakan bahwa itu rumah bumbu. Rumah bumbu ini awalnya dimiliki oleh warga etnis India. Namanya keluarga Sifan. “Sekarang dikelola keluarga Sam,” sambung Nanang.

India memang juga terkenal dengan rempah-rempahnya. Rempah-rempahnya berkualitas tinggi dengan aroma yang khas.

“Menjadikannya bahan penting dalam masakan India dan berbagai masakan dunia,” ungkapnya.

Nanang menyebut Pasar Pabean juga menjadi sentra penjualan rempah-rempah, baik secara grosir dan eceran.

Semua fakta ini sesungguhnya tidak lepas dari peradaban Ampel Denta.

Dalam Bazar UMKM di dalam acara Menapak Jejak Peradaban Ampel Denta di Quds Royal Hotel, juga hadir lapak dengan masakan khas India. Ada martabak dan ada pula samosa.

Kuliner khas India ini tak lepas dari jejak hubungan perdagangan antara Nusantara dan India di masa lampau.

Keduanya memiliki sejarah bersama, baik di bidang budaya dan perdagangan.

Untuk melestarikan jejak hubungan dagang antara nusantara dan India, ada beberapa langkah yang Surabaya dapat diambil.

“Termasuk pelestarian warisan budaya, penguatan hubungan bilateral, dan peningkatan kerjasama di berbagai sektor. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai organisasi dapat berperan aktif dalam upaya ini,” kata Nanang.

Ditambahkannya, media massa memiliki peran penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan India.

Media dapat menjadi jembatan informasi, memperkuat pemahaman budaya, dan mendorong kerja sama ekonomi serta pertukaran informasi di berbagai sektor.

”Dengan memberitakan secara akurat dan berimbang, media dapat membantu menghilangkan kesalahpahaman dan membangun kepercayaan antara kedua negara,” katanya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #cengkeh #kopi #Relief #ampel denta #simbol #bunga lawang #gapura #NANANG PURWONO #rempah rempah