Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko mengaku belum mengetahui penyebab harga naiknya cabai rawit di pasaran. "Kami masih mencari tahu penyebabnya karena saat ini sedang panen raya. Biasanya kalau pasokan banyak harganya turun," kata Nanang kepada Radar Surabaya, Minggu (5/3).
Nanang mengatakan harga cabai rawit pada tingkat petani saat ini mencapai Rp 55 ribu per kilogram. Biasanya harga cabai akan meningkat lagi pada saat bulan puasa. "Harus diakui kebutuhan bahan pokok saat Ramadan meningkat. Misalnya, untuk megengan, buka maupun sahur. Bahkan, para penjual makanan semakin marak saat ramadan," jelasnya.
Harga cabai besar pada tingkat petani mencapai Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan harga tomat mencapai Rp 7.000 per kilogram. "Untuk cabai besar dan tomat ini banyak tanaman yang tiba-tiba mati karena cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Hujan yang berkepanjangan, kemudian tiba-tiba panas," katanya.
Nanang menyebut, meskipun harga komoditas ini naik, bukan berarti para petani untung. Sebab, cuaca yang tidak menentu membuat tanaman tidak maksimal. "Sehingga, hasil produksinya juga tidak maksimal," ungkapnya.
Berdasarkan data Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga rata-rata komoditas cabai rawit, Minggu (5/3), mencapai Rp 66.431. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Pasuruan Rp 77.833 dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp 54.666.
Adapun harga cabai rawit di sejumlah pasar di Surabaya mencapai Rp 55 ribu hingga Rp 70 ribu. Di Pasar Genteng harga cabai rawit mencapai Rp 65 ribu, Pasar Keputran Rp 55 ribu, Pasar Pucang Anom Rp 70 ribu, Pasar Soponyono Rp 65 ribu, Pasar Tambakrejo Rp 62 ribu dan Pasar Wonokromo Rp 60 ribu.
Sedangkan harga rata-rata cabai besar di Jatim Rp 29.029. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Lumajang Rp 46.666. Sedangkan harga rata-rata terendah di Kabupaten Jombang Rp 20.666.
Untuk cabai besar di Pasar Genteng dan Pasar Soponyono harganya mencapai Rp 35 ribu. Kemudian di Pasar Keputran Rp 33 ribu. Di Pasar Pucang Anom dan Pasar Wonokromo Rp 25 ribu, sedangkan Pasar Tambakrejo Rp 24 ribu.
Adapun komoditas tomat di Jawa Timur rata-rata Rp 7.704. Harga rata-rata tertinggi di Kota Surabaya Rp 14ribu. Sedangkan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bondowoso Rp 3.625.
Untuk Pasar Pucang Anom dan Tambakrejo harga tomat mencapai Rp 12 ribu. Kemudian Pasar Genteng, Pasar Keputran, Pasar Soponyono, dan Pasar Wonokromo Rp 15 ribu. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek