RADAR SURABAYA - Aktris Aurelie Moeremans mendadak menjadi sorotan publik setelah merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
Buku ini viral di media sosial karena mengungkap pengalaman kelam Aurelie sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun.
Dirilis secara mandiri pada 10 Oktober 2025 tanpa editor maupun penerbit, karya tersebut dibagikan gratis dalam format PDF berbahasa Indonesia dan Inggris, dan hingga kini telah dibaca lebih dari 64 juta kali. Bahkan, buku ini bakal dibuat versi cetaknya dan akan segera dirilis.
Dalam memoar ini, Aurelie Moeremans menuturkan kisah masa remajanya ketika baru terjun ke dunia hiburan Tanah Air. Ia mengaku menjadi korban grooming oleh seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat darinya.
Aurelie menggunakan nama samaran “Bobby” untuk pelaku, dan menjelaskan secara mendalam bagaimana manipulasi psikologis serta kontrol yang dilakukan terhadap dirinya.
Aurelie menulis buku ini bukan hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga sebagai media edukasi tentang bahaya grooming.
Ia menegaskan bahwa narasi dalam Broken Strings tidak romantis, melainkan jujur dan apa adanya, agar publik memahami betapa seriusnya dampak grooming terhadap korban.
“Menulis menjadi bagian dari proses penyembuhan diri sekaligus memberi kekuatan bagi penyintas lain. Buku ini juga bertujuan meluruskan rumor miring tentang masa lalu saya,” ungkap Aurelie dalam wawancara.
Kehadiran Broken Strings langsung menuai respons luar biasa. Banyak pembaca mengaku tersentuh dan teredukasi oleh kisah Aurelie.
Tingginya atensi publik membuat buku ini menjadi salah satu karya paling viral di awal 2026, dengan jutaan akses daring.
Selain itu, Aurelie menolak praktik penjualan ilegal bukunya. Ia menegaskan bahwa karya ini dibagikan gratis agar bisa menjadi dukungan bagi para penyintas grooming dan pelecehan seksual.
Buku tersebut selama beberapa hari ini viral dan menjadi perbincangan warganet. Komentar dukungan dan penasaran akan sosok-sosok dalam buku tersebut media sosial Aurelie maupun akun-akun yang memposting tentang buku tersebut.
“Aurelie kecil,lihat banyak yg dukung kamu,kamu harus sembuh ya,karena aurelie dewasa sangat2 bahagia dengan keluarga kecilnya,akan banyak cinta yg akan datang terus menerus untuknya,” komentar akun @_it***.
“Emosi bgt bacanya,kok bisa ada laki2 model begitu,” tulis akun @rie***.
“Jadi pembaca pun sesakit dan sesesak ini ka @aurelie tak terbayangkan seberapa gelap dan tak ada harapan yang kakak rasakan pastinya,” komentar akun @viv***.
“Aurelie..... Pengen peluk.....Gak nyangka kamu semenderita itu. Dulu aku mikir ya, ya udah pernikahan dini. But NOooo,” tulis akun @ali***.
“Baru kelar baca ebooknya, campur aduk rasanyaaߥߘ cuman nunggu karma aja sih buat si tukang ngludah,” komentar akun @dey***.
Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan sekadar memoar pribadi, melainkan juga suara perlawanan terhadap praktik grooming yang masih sering terjadi.
Dengan keberanian membuka luka lama, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat sekaligus memberi kekuatan bagi para korban untuk bersuara. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari