GRESIK - Wilayah Gresik baik selatan maupun utara kian marak bisnis prostitusi berkedok warung kopi (warkop). Jika sebelumnya warkop di wilayah Samaleak, Kecamatan Kedamean yang digerebek, kini polisi kembali mengamankan dua mucikari di Kecamatan Cerme dan Dukun.
Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan Hermin Hidayati, 48, warga Dusun Kutorejo, Desa Kutorejo RT 02 RW 01, Kabupaten Mojokerto, pemilik warkop di Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.
Selain itu, polisi juga menggerebek warkop di Desa Bulangan, Kecamatan Dukun, yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK) dengan harga ratusan ribu rupiah.
Wakapolres Gresik, Kompol Dhyno Indra Setyadi di Mapolres Gresik mengatakan, Korps Bhayangkara langsung menggerebek warkop yang menyediakan dua wanita penghibur di Dusun Betiring pada Jumat (17/1) malam pukul 23.00 WIB.
"Ada dua wanita yang ditawarkan kepada pengunjung warkop. Keduanya warga Bangkalan, Madura dan Surabaya usianya belasan tahun," kata Dhyno dalam konferensi pers, kemarin.
Dikatakan, Hermin sudah hampir satu tahun menjalankan bisnis esek-esek itu. Penghasilannya tidak menentu. Saat digerebek polisi, baru satu wanita yang laku kepada lelaki hidung belang. "Tarifnya Rp 100 ribu. Dibagi dua, wanitanya dapat Rp 75 ribu, sedangkan tersangka (Hermin, Red) Rp 25 ribu," terangnya.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti (BB) berupa buku catatan, uang Rp 100 ribu dan sprai di warkop tersangka. Dalam praktiknya, para pengunjung warkop bisa memilih dua wanita penghibur yang disediakan Hermin dengan tarif sama, yakni Rp 100 ribu. Selain menjual makanan, minuman, warkop milik Hermin dimodifikasi memiliki kamar untuk prostitusi.
Sebelumnya di wilayah Gresik utara, anggota Reskrim Polres Gresik membongkar praktik prostitusi di Desa Bulangan, Kecamatan Dukun, Sabtu (18/1). Warkop tersebut seperti warung pada umumnya. Kopi sachetan dipajang berjejer lengkap dengan gorengan. Selain memberikan layanan free wifi, warkop juga menyediakan jasa esek-esek wanita penghibur.
Tiga wanita penghibur duduk di dalam warkop. Mereka ditawarkan mucikari, Karniwarga, 58, dengan harga Rp 120 ribu sekali kencan. Wanita asal Dusun Tlogo RT 005 RW 001, Desa Dumpil, Pati, Jawa Tengah ini nekat menawarkan ketiga wanita mulai siang hingga malam. "Kalau yang di Bulangan diamankan siang pukul 13.00 WIB, bersama buku catatan pengunjung," kata Dhyno.
Dari hasil penggerebekan, tersangka memiliki tiga buah kamar di belakang warkop tersebut. Ketiga wanita yang ditawarkan adalah C, 24, serta S dan A, 33. Mereka berasal dari Lamongan dan Nganjuk. Tarif yang ditawarkan kepada lelaki hidung belang yakni Rp 120 ribu sekali kencan.
“Mucikari mendapatkan Rp 20 ribu. Kami mengamankan sprai warna merah muda dan ungu bermotif hello kitty, tissue bekas dan uang Rp 120 ribu," tuturnya.
Atas perbuatan itu, kedua mucikari dijerat dengan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP ancaman hukuman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq sangat mengapresiasi langkah Polres Gresik dalam memberantas dan menekan praktik prostitusi di wilayah hukumnya. Dia pun berharap langkah positif ini tidak dilakukan saat ini saja, melainkan bisa dijalankan terus menerus.
"Khususnya kepada dua orang (mucikari) ini, keduanya sudah tidak muda. Tapi rupanya mereka belum sadar, saya doakan mudah-mudahan cepat insaf, bertaubat, menghentikan semua perbuatan maksiat dan mendekatkan diri kepada Allah. Kepada masyarakat agar tetap menjaga Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri," paparnya.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji Pratistha Wijaya menambahkan, selain mengamankan dua mucikari, pihaknya juga telah menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan praktik prostitusi, yakni antaranya dua sprai yang dipakai sebagai alas, tissu, dan uang hasil transaksi dengan PSK senilai total Rp 220 ribu. (yud/han)
Editor : Administrator