Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MouthEZ, Aplikasi AI Karya Mahasiswa Unair yang Bantu Deteksi Dini Kanker Mulut

Rahmat Sudrajat • Minggu, 18 Januari 2026 | 18:30 WIB
Tim pengembang inovasi MouthEZ: Arifianti, Given Exaudi Girsang, Zalfa Anindya Laksana (FK); David Mey Norton, Aura Tahta Imani (FST); serta Muhammad Zaidan Fathirifansa, Nisriina Hilmi Rajiva (FTMM).
Tim pengembang inovasi MouthEZ: Arifianti, Given Exaudi Girsang, Zalfa Anindya Laksana (FK); David Mey Norton, Aura Tahta Imani (FST); serta Muhammad Zaidan Fathirifansa, Nisriina Hilmi Rajiva (FTMM).

RADAR SURABAYA – Isu kanker mulut yang kerap terabaikan dan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat mendorong lahirnya inovasi deteksi dini yang relevan dan dibutuhkan.

Salah satunya adalah MouthEZ, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang sebagai solusi aplikatif dan

realistis, dengan alur penggunaan sederhana serta berpotensi diimplementasikan secara luas di dunia nyata.

Ketua tim pengembang MouthEZ, Arifianti, menjelaskan bahwa aplikasi ini memanfaatkan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) yang dilengkapi auto-hyperparameter tuning untuk mendeteksi lesi kanker mulut secara dini.

“Pengguna cukup mengambil foto area mulut yang dicurigai. Selanjutnya, sistem akan memberikan hasil skrining awal beserta rekomendasi tindak lanjut secara cepat, non-invasif, dan terjangkau,” jelas Arifianti, Minggu (18/1).

Inovasi MouthEZ berangkat dari keprihatinan tim terhadap tingginya angka keterlambatan diagnosis kanker mulut di Indonesia.

Menurut Arifianti, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

“Di Indonesia, kanker mulut sering terlambat terdiagnosis akibat keterbatasan akses skrining, minimnya edukasi masyarakat, serta belum terintegrasinya deteksi dini kanker mulut dalam kebijakan kesehatan nasional,” ujarnya.

Dalam proses pengembangan, tim yang berasal dari Universitas Airlangga (Unair) ini membagi peran ke dalam dua kelompok utama.

Tim teknisi yang berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Teknik Mesin dan Manufaktur bertanggung jawab dalam pengembangan aplikasi.

Sementara itu, tim nonteknisi dari Fakultas Kedokteran berfokus pada perancangan konsep medis dan persiapan aspek pendukung di luar sistem aplikasi.

Arifianti mengungkapkan, berbagai tantangan selama proses pengembangan berhasil diatasi melalui manajemen waktu yang baik, diskusi rutin, serta kerja sama tim yang solid.

“Dengan kolaborasi yang kuat, seluruh tantangan dapat dilalui dan justru memperkuat kesiapan kami dalam mengembangkan inovasi ini,” katanya.

Ia menilai, keberhasilan tim tidak lepas dari kesesuaian topik dengan permasalahan nyata di masyarakat, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta persiapan yang matang.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antarbidang keilmuan adalah kunci untuk menghasilkan solusi yang komprehensif dan efektif,” tegasnya.

Bagi tim pengembang, pencapaian ini tidak semata-mata tentang memenangkan kompetisi, melainkan proses belajar, keberanian berinovasi, serta kepercayaan diri dalam mewujudkan ide menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ke depan, MouthEZ direncanakan akan terus dikembangkan melalui uji coba bersama fasilitas kesehatan primer, perluasan dataset, serta penyempurnaan sistem, termasuk penambahan fitur klasifikasi tingkat keparahan kanker mulut.

“Saat ini MouthEZ sudah dapat diakses melalui situs web dan ditargetkan akan meluncur di Play Store serta App Store.

Aplikasi ini akan terus dikembangkan guna mendukung implementasi berkelanjutan di berbagai layanan kesehatan,” pungkas Arifianti. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#inovasi deteksi dini #MouthEZ #AI #kecerdasan buatan #artificial intelligence #kanker mulut #universitas airlangga