Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

18 Titik di Desa Tempur Jepara Dikepung Longsor, Ribuan Warga Terisolasi

Nurista Purnamasari • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:34 WIB
Akses utama dan satu-satunya di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah, tertutup material longsoran.
Akses utama dan satu-satunya di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah, tertutup material longsoran.

RADAR SURABAYA - Cuaca ekstrem masih melanda berbagai daerah di Indonesia dan menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Terbaru, 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terisolasi akibat akses jalan terputus total setelah bencana tanah longsor melanda wilayah tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/1) usai hujan deras mengguyur kawasan pegunungan, menyebabkan 18 titik longsor dengan kondisi rusak berat hingga kritis.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa longsor terparah terjadi di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, di mana badan jalan hilang total sepanjang 50 meter akibat tergerus aliran Sungai Gelis.

“Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter karena sungai berpindah aliran,” ujarnya, Minggu (11/1).

Selain memutus akses transportasi, longsor juga merusak sedikitnya enam rumah warga, mulai dari terendam lumpur hingga rusak total.

Jaringan listrik di Desa Tempur padam setelah satu tiang listrik roboh dan satu tiang lainnya miring.
Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang Sungai Gelis turut rusak dan hanyut akibat longsor serta luapan air.

“Untuk data rinci potensi kerugian di sektor pertanian saat ini masih dalam tahap pendataan,” tambah Arwin.

BPBD Jepara telah melakukan berbagai langkah darurat, termasuk koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual, pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.

Namun, akses jalan utama hingga kini belum dapat dibuka karena terkendala cuaca ekstrem dan material batu besar yang terus berjatuhan dari tebing.

Arwin menegaskan bahwa BPBD Jepara membutuhkan tambahan alat berat seperti ekskavator tipe PC-75, mesin Alkon, serta dukungan logistik untuk menjamin kebutuhan dasar ribuan warga terdampak.

“Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena kondisi cuaca. Kami tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” jelasnya. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bencana hidrometeorologi #terisolasi #jepara #longsor jepara