Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keunikan Ramadan di Inggris, Puasa Hingga 17 Jam hingga Tradisi Open Iftar

Muhammad Firman Syah • Senin, 9 Maret 2026 | 17:00 WIB

Dekoreasi Bernuansa Islami di London.
Dekoreasi Bernuansa Islami di London.

RADAR SURABAYA – Suasana bulan suci Ramadan terasa berbeda di setiap negara, termasuk di United Kingdom. Meski umat Islam merupakan kelompok minoritas, Ramadan tetap dirayakan dengan hangat oleh komunitas Muslim di negara tersebut.

Berbagai tradisi dan kegiatan digelar selama Ramadan yang mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus keberagaman budaya. Mulai dari durasi puasa yang lebih panjang hingga kegiatan berbuka puasa lintas komunitas menjadi bagian dari pengalaman Ramadan di Inggris.

Baca Juga: Tradisi Khas Ramadan di Palestina, Kebersamaan Tetap Terjaga

Berikut sejumlah keunikan pelaksanaan Ramadan di Inggris.

1. Durasi puasa bisa mencapai 17 jam

Muslim yang tinggal di Inggris menghadapi durasi puasa yang cukup panjang, terutama ketika Ramadan bertepatan dengan musim panas. Di kota-kota besar seperti London dan Manchester, waktu berpuasa dapat berlangsung hingga sekitar 17 jam.

Durasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja maupun mahasiswa dalam menjaga stamina sepanjang hari. Meski demikian, berbagai komunitas Muslim rutin mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama di masjid atau pusat komunitas Islam untuk mempererat kebersamaan.

2. Tradisi Open Iftar

Salah satu tradisi yang cukup dikenal adalah Open Iftar, yakni kegiatan berbuka puasa bersama yang terbuka untuk masyarakat umum.

Acara ini biasanya digelar di berbagai lokasi ikonik, seperti di King's College Cambridge hingga Windsor Castle. Ratusan orang dari berbagai latar belakang agama dan budaya turut hadir untuk berbuka bersama.

Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antar komunitas sekaligus membangun dialog lintas agama.

Baca Juga: Menjalani Ramadan di Mesir, Tradisi Semarak dari Fanus hingga Meja Berbagi

3. Lampu Ramadan di pusat kota

Sejak 2023, kawasan Piccadilly Circus di London dihiasi lampu-lampu LED bernuansa seni Islam selama Ramadan. Dekorasi tersebut menampilkan pola geometris khas yang mempercantik pusat kota.

Wali Kota London, Sadiq Khan, menyebut pemasangan lampu Ramadan itu sebagai simbol perayaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya di kota tersebut.

4. Perayaan Eid in the Square

Perayaan Idulfitri di London juga memiliki tradisi tersendiri melalui acara Eid in the Square yang digelar setiap tahun di Trafalgar Square.

Baca Juga: Sakral dan Sarat Filosofi, Tradisi Karia Suku Muna dari Pingitan Gelap hingga Tebas Pisang

Acara ini tidak hanya dihadiri komunitas Muslim, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang. Beragam pertunjukan budaya, kuliner khas, hingga kegiatan komunitas turut memeriahkan perayaan tersebut.

Melalui berbagai tradisi tersebut, Ramadan di Inggris tidak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. (btl/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#idulfitri #Open Iftar #tradisi #ramadan di inggris #puasa 17 jam