Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komisi E DPRD Jatim Soroti Nol Persen Belanja Modal Disbudpar

M
Penulis: Mus Purmadani❯
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Jairi Irawan

Advertisement

RADAR SURABAYA – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menyoroti tidak adanya alokasi belanja modal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pembangunan destinasi wisata, revitalisasi cagar budaya, hingga pengembangan sarana pendukung pariwisata di Jawa Timur.

Advertisement

Dari total pagu anggaran Disbudpar sebesar Rp 146,44 miliar, seluruhnya dialokasikan untuk belanja operasi. Tidak ada alokasi belanja modal dalam rancangan anggaran tersebut. Komisi E menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian karena pembangunan sektor kebudayaan dan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan operasional.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Jairi Irawan mengatakan, ketiadaan belanja modal menunjukkan belum adanya rencana investasi fisik untuk mendukung pengembangan infrastruktur kebudayaan dan pariwisata pada 2027.

Advertisement

"Ini berarti tidak ada rencana investasi fisik untuk infrastruktur budaya dan pariwisata pada tahun 2027," kata Jairi, Minggu (8/11). 

Menurut dia, alokasi anggaran Disbudpar perlu diarahkan secara lebih proporsional. Sebab, pembangunan sektor pariwisata membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai agar destinasi wisata di berbagai daerah semakin berkembang dan mampu menarik kunjungan wisatawan.

Berdasarkan struktur RAPBD 2027, belanja Disbudpar didominasi belanja barang dan jasa sebesar Rp 103,02 miliar atau 70,35 persen dari total pagu. Kemudian belanja pegawai mencapai Rp 40,27 miliar atau 27,50 persen. Sementara belanja hibah hanya Rp 3,16 miliar atau 2,15 persen.

Selain tidak adanya belanja modal, Komisi E juga mencermati penurunan pagu anggaran Disbudpar. Anggaran yang direncanakan sebesar Rp 146,44 miliar tersebut turun 10,89 persen atau sekitar Rp 17,91 miliar dibandingkan P-APBD 2026 yang mencapai Rp 164,35 miliar.

Perhatian lainnya tertuju pada besarnya alokasi program dan pokok pikiran (pokir) yang mencapai Rp 64,31 miliar atau 43,91 persen dari total anggaran. Dana tersebut tersebar dalam 159 usulan kegiatan.

Sejumlah alokasi yang cukup besar di antaranya untuk kegiatan wayang sebesar Rp 31,1 miliar, musik dan tari tradisional Rp 25,86 miliar, serta ludruk Rp 5,85 miliar. Di sisi lain, anggaran untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata hanya dialokasikan Rp 1,5 miliar.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

Didukung Keluarga dan Pemerintah, Siap Harumkan Kota Pahlawan di Ajang Putri Anak Indonesia

Didukung Keluarga dan Pemerintah, Siap Harumkan Kota Pahlawan di Ajang Putri Anak Indonesia

Vanesa Wijaya Irawan, remaja yang dikenal aktif dan percaya diri, siap membawa Kota Pahlawan di kancah nasional. Sebagai Putri Anak Jawa Timur Pariwisata 2026, ia akan mewakili Surabaya di Ajang Putri Anak Indonesia.

Yadnya Kasada 2026: Ritual Sakral Tengger, Kawasan Wisata Bromo Tutup 4 Hari 

Yadnya Kasada 2026: Ritual Sakral Tengger, Kawasan Wisata Bromo Tutup 4 Hari 

Rangkaian Yadnya Kasada 1948 Saka/2026 digelar di kawasan Tengger dengan puncak ritual di Kawah Gunung Bromo. Balai Besar TNBTS menutup kawasan wisata Bromo 30 Mei–2 Juni 2026 demi kelancaran upacara adat.

Puluhan Ribu Umat Buddha Bakal Hadiri Festival Lampion Waisak 2026 di Borobudur

Puluhan Ribu Umat Buddha Bakal Hadiri Festival Lampion Waisak 2026 di Borobudur

Festival Lampion Waisak 2026 di Candi Borobudur digelar pada 31 Mei dengan dua sesi pelepasan ribuan lampion. Panitia memperkirakan puluhan ribu pengunjung hadir, dengan prosesi lebih megah dibanding tahun lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer