RADAR SURABAYA - Seiring meningkatnya tren urban gardening, semakin banyak masyarakat perkotaan yang mencoba bercocok tanam di rumah, baik di balkon, halaman sempit, maupun rooftop. Namun, memasuki musim hujan, tantangan dalam merawat tanaman pun semakin besar.
Musim hujan sering kali menjadi tantangan bagi para pecinta tanaman di perkotaan. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tanah terlalu lembap, akar tanaman membusuk, dan munculnya hama serta penyakit.
Namun, dengan teknik yang tepat, Anda tetap bisa melakukan urban gardening tanpa khawatir tanaman rusak akibat hujan. Berikut adalah tujuh tips yang dapat membantu Anda merawat tanaman di musim hujan agar tetap sehat dan subur.
1. Gunakan pot dengan drainase yang baik
Langkah pertama adalah pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik dalam urban gardening saat musim hujan. Gunakan pot yang memiliki lubang di bagian bawah agar air berlebih dapat mengalir keluar dengan mudah.
Pot berbahan tanah liat atau plastik dengan lubang drainase lebih disarankan karena dapat mencegah air menggenang yang berisiko membuat akar tanaman membusuk.
Jika menggunakan wadah tanam tanpa lubang, pertimbangkan untuk melapisi dasar pot dengan pecahan genting atau batu kerikil guna meningkatkan sirkulasi air.
2. Pilih media tanam yang cepat mengalirkan air
Media tanam yang tepat sangat penting agar tanaman tidak terlalu lembap dan terhindar dari pembusukan akar. Campurkan tanah dengan bahan-bahan yang mampu meningkatkan porositasnya, seperti sekam bakar, cocopeat, pasir malang, atau serbuk kayu.
Tanah yang terlalu padat dan liat cenderung menahan air lebih lama, sehingga membuat akar tanaman kesulitan bernapas dan lebih rentan terhadap penyakit jamur.
3. Atur posisi tanaman
Saat musim hujan, tanaman yang terlalu sering terkena hujan deras bisa mengalami stres akibat kelebihan air. Untuk mengatasinya, Anda dapat menempatkan tanaman di bawah naungan seperti atap transparan, kanopi, atau di area yang lebih terlindungi dari terpaan hujan langsung.
Jika tidak memungkinkan, gunakan rak bertingkat untuk menyesuaikan intensitas hujan yang diterima oleh tanaman. Selain itu, pastikan tanaman tetap mendapatkan sinar matahari yang cukup agar tidak mengalami pertumbuhan yang terhambat.
4. Waspada hama dan penyakit
Kelembapan tinggi saat musim hujan menjadi kondisi ideal bagi hama seperti siput, ulat, serta penyakit jamur dan bakteri yang menyerang daun serta akar tanaman.
Untuk mencegahnya, lakukan pemantauan rutin pada tanaman, terutama di bagian bawah daun yang sering menjadi tempat persembunyian hama.
Gunakan pestisida alami seperti larutan air bawang putih, air rendaman daun mimba, atau semprotan cuka apel yang efektif mengusir serangga tanpa merusak tanaman.
5. Kurangi frekuensi penyiraman
Kebutuhan air di musim hujan telah tercukupi dengan kelembaban dari air hujan. Namun, tetap perlu diperhatikan untuk mengurangi frekuensi penyiraman agar tanah tidak terlalu basah dan menggenang banyak air di media tanam.
Sebelum menyiram, ptikann terlebih dahulu kondisi tanaman dengan memasukkan jari ke tanah. Jika tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunda penyiraman. Penyiraman hanya perlu dilakukan jika tanah mulai mengering, terutama untuk tanaman yang berada di bawah atap atau tempat teduh yang tidak terkena air hujan langsung.
6. Gunakan mulsa untuk melindungi tanaman
Mulsa adalah lapisan penutup tanah yang berfungsi untuk menjaga kelembapan dan suhu tanah tetap stabil. Menggunakan mulsa organik seperti jerami, sekam padi, atau daun kering dapat membantu mengurangi penguapan air serta melindungi tanah dari erosi akibat hujan deras.
Selain itu, mulsa juga dapat menghambat pertumbuhan gulma dan menyediakan nutrisi tambahan saat bahan organiknya terurai. Dengan begitu, tanaman tetap mendapatkan perlindungan maksimal meskipun curah hujan tinggi.
7. Perhatikan pemupukan
Tips terakhir yang harus dilakukan adalah memberikan pupuk secara berkala untuk membantu pertumbuhan tanaman. Gunakan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk cair agar nutrisi lebih bertahan lama di dalam tanah.
Jika menggunakan pupuk kimia, pilih pupuk slow-release yang tidak mudah larut dalam air hujan agar tanaman tetap mendapatkan asupan nutrisi yang stabil. Selain itu, hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman mengalami stres akibat kadar garam yang tinggi di dalam tanah. (via/jay)
Editor : Jay Wijayanto