Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Sowan DPRD Jatim Dihentikan Sementara

M
Penulis: Mus Purmadani❯
DIKAJI: Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, mengungkapkan, program Sowan DPRD Jatim sementara dihentikan. Khawatir tumpang tindih dengan program lain.(IST/RADAR SURABAYA)
DIKAJI: Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, mengungkapkan, program Sowan DPRD Jatim sementara dihentikan. Khawatir tumpang tindih dengan program lain.(IST/RADAR SURABAYA)

Advertisement

RADAR SURABAYA – Program Sosialisasi Dewan (Sowan) di lingkungan DPRD Jawa Timur (Jatim) resmi dihentikan sementara. Kebijakan tersebut diambil menyusul munculnya kekhawatiran adanya potensi tumpang tindih penggunaan anggaran antara program kedewanan dengan dana bantuan partai politik (Banpol).

Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, menegaskan keputusan pending dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar pelaksanaan program tidak melanggar aturan maupun memunculkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Dipending untuk mendapatkan kejelasan terkait posisi Sosialisasi Dewan itu sendiri. Apakah tidak tumpang tindih dengan kegiatan yang dilakukan partai? Karena kita juga sudah ada tunjangan Banpol,” ujar Musyafak, Kamis (28/5).

Menurut politisi PKB tersebut, salah satu poin penting yang saat ini masih dikaji adalah mengenai sasaran peserta kegiatan Sowan. Ia menilai, apabila kegiatan hanya melibatkan konstituen atau basis massa partai tertentu, maka pembiayaannya lebih tepat menggunakan dana Banpol dibanding anggaran kedewanan.

“Yang diundang itu siapa? Apakah masyarakat umum atau konstituen? Itu harus dipastikan dulu. Kalau konstituen berarti menggunakan dana Banpol,” tegasnya.

Musyafak juga menyoroti persoalan teknis terkait status anggota DPRD yang tidak seluruhnya tercatat sebagai pengurus partai politik. Kondisi itu dinilai dapat menimbulkan persoalan administratif maupun regulasi apabila program tetap dijalankan menggunakan skema tertentu.

“Tidak semua anggota DPRD itu pengurus partai. Tidak bisa kalau program itu digunakan oleh yang bukan pengurus partai jika sumbernya dari Banpol. Kalau pengurus partai bisa. Nah, hal-hal seperti ini yang harus dipastikan dulu kedudukannya,” katanya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara program Sowan merupakan hasil kajian internal DPRD bersama Inspektorat untuk memastikan seluruh mekanisme kegiatan sesuai dengan regulasi terbaru, khususnya terkait nomenklatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

Menurut Musyafak, pada dasarnya program Sowan merupakan pengembangan dari program Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta kegiatan Sosialisasi, Lokakarya, Seminar, dan Sarasehan (Solosemiran) yang sebelumnya sudah berjalan.

“Hakikatnya sebenarnya sama, hanya namanya saja disesuaikan dengan nomenklatur yang ada dalam Permendagri,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

DPRD Jatim Menilai Program Kemandirian Ekonomi GTT Perkuat Kesejahteraan Guru

DPRD Jatim Menilai Program Kemandirian Ekonomi GTT Perkuat Kesejahteraan Guru

Program Kemandirian Ekonomi Guru Tidak Tetap (GTT) yang digagas Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendapat apresiasi dari Komisi E DPRD Jatim.

DPRD Jatim dan Dinsos Perluas KIP Jawara di Surabaya, Cahyo Harjo Targetkan Penerima Terus Bertambah

DPRD Jatim dan Dinsos Perluas KIP Jawara di Surabaya, Cahyo Harjo Targetkan Penerima Terus Bertambah

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Cahyo Harjo Prakoso menegaskan komitmennya dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim.

Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo : Mahasiswa Kritis Hadapi Dinamika Politik dan Ekonomi

Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo : Mahasiswa Kritis Hadapi Dinamika Politik dan Ekonomi

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim), Cahyo Harjo Prakoso mengajak mahasiswa memahami pentingnya keterkaitan antara ekonomi dan politik dalam pembangunan bangsa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer