RADAR SURABAYA - Gejolak perang di Timur Tengah hingga kini belum berdampak serius terhadap industri plastic ware di Indonesia.
Ekspansi pasar di luar negeri masih terus dilakukan. Sementara di dalam negeri distribusi terus diperkuat dengan memperbanyak member.
Nurlaila Hidayaty, Direktur Marketing Moorlife, menjelaskan, hingga saat ini dampak geo-politik yang makin memanas di Kawasan Timur Tengah belum terasa.
Karena itu, pihaknya akan terus memperluas pasar ekspornya.
“Untuk saat ini tidak ada dampak terhadap eskpor Moorlife. Karena itu, kami terus ekpansi ke pasar Eropa seperti Rumania dan Hungaria. Kami juga sedang menjajaki ekspansi pasar ke Amerika,” ungka Nurlaila, Rabu (4/3).
Dikatakan, produk plastic ware dari Tancorp Group ini memiliki potensi market yang cukup besar baik di pasar domestik maupun global.
Tahun lalu pihaknya berhasil mencatat pertumbuhan 50 persen dari tahun 2024.
“Melihat trend pasar yang masih cukup bagus, kami yakin tahun ini juga bisa mencapai target pertumbuhan yang sama yakni 50 persen,” tambahnya.
Selain fokus menggarap market di Kawasan Eropa dan Amerika, pihaknya juga semakin intensif menggarap market di Kawasan Asia terutama di India dan Pakistan.
Dia yakin, dengan terus menjalin kerja sama dengan banyak mitra di luar negeri target akan tercapai.
“Pertumbuhan pasar ekspor masih bagus. Dan tahun lalu kontribusinya terhadap total sales Perusahaan mencapai 50 persen. Kami optimis tahun ini juga akan sama meskipun ekonomi sangat challenging,” ujarnya.
Saat ini perusahaan mengikuti pameran dagang bersama Kementerian Perdagangan di Budapest, Hungaria, serta dijadwalkan ambil bagian dalam pameran di Chicago, Amerika Serikat.
Hal ini dimaksudkan untuk memperluas dan mempermudah akses pasar global.
Untuk market didalam negeri, pihaknya terus melakukan penguatan dan perluasan distribusi.
Caranya dengan memperbanyak member yang menjadi mitra pemasaran berbasis direct selling ini.
Peningkatan jaringan anggota yang hampir mencapai 50 persen turut memperluas jangkauan pemasaran hingga ke sejumlah kota di Sulawesi, seperti Palopo dan Kendari.
“Alhamdulillah, di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak, tahun 2025 kami masih bertumbuh. Pencapaian ini patut disyukuri. Karena itu, kami kembali ingin berbagi kebahagiaan dengan 5.000 anak-anak yatim di Indonesia,” pungkas Nurlaila. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa