Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Emas Terus Naik, Ini Faktor Utamanya Menurut Ahli

Muhammad Firman Syah • Senin, 6 Oktober 2025 | 17:19 WIB
Emas naik seiring permintaan dan faktor ekonomi global.
Emas naik seiring permintaan dan faktor ekonomi global.

Radar Surabaya – Harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini menjadi kabar baik bagi investor yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi andalan. Berdasarkan data Pegadaian, harga emas secara historis memang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Namun, lonjakan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi dan kondisi global.

Salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga emas adalah laju inflasi. Saat inflasi meningkat, nilai mata uang mengalami pelemahan, membuat masyarakat enggan menyimpan uang tunai di lembaga keuangan. Dalam situasi ini, emas menjadi alternatif investasi yang lebih menarik karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik seiring meningkatnya harga barang dan jasa.

Selain itu, tingginya permintaan turut memperkuat harga emas di pasar internasional. Permintaan emas fisik dari sektor teknologi dan industri perhiasan tetap konsisten. Logam mulia ini banyak digunakan dalam komponen elektronik serta memiliki nilai budaya tinggi di negara seperti India dan Tiongkok, terutama sebagai perhiasan atau hadiah pernikahan. Peningkatan permintaan dari sektor-sektor tersebut memberikan tekanan ke atas pada harga emas global.

Dari sisi penawaran, pasokan emas yang terbatas menjadi pemicu lain kenaikan harga. Proses penambangan yang semakin sulit dan keterbatasan sumber daya membuat produksi tidak mampu menyeimbangkan tingginya permintaan. Ketimpangan antara penawaran dan permintaan ini mendorong harga emas mencapai level yang lebih tinggi.

Kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga memiliki peran penting dalam fluktuasi harga emas. Penurunan suku bunga acuan The Fed dapat melemahkan nilai dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Ketika nilai dolar menurun, investor cenderung mengalihkan portofolionya ke emas untuk melindungi nilai kekayaan.

Selain faktor ekonomi, ketidakpastian global juga memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai. Dalam situasi krisis, resesi, atau konflik geopolitik, investor umumnya menghindari aset berisiko dan beralih ke emas yang memiliki nilai stabil di tengah gejolak pasar.

Faktor terakhir yang turut memengaruhi harga emas adalah fluktuasi nilai tukar mata uang. Secara global, harga emas dikonversi dari dolar AS. Ketika nilai dolar melemah, harga emas dalam mata uang lokal seperti rupiah akan meningkat, karena emas menjadi lebih menarik bagi investor internasional.

Dengan berbagai faktor tersebut, analis memprediksi harga emas akan terus mengalami penguatan jangka panjang, menjadikannya pilihan investasi yang menjanjikan bagi mereka yang mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan nilai aset. (mel/fir)

Editor : M Firman Syah
#Inflasi #emas #kenaikan #harga emas #pegadaian