Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

ALHAMDULILLAH, Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, Harga Cabai dan Telur Turun

Mus Purmadani • Sabtu, 23 Desember 2023 | 15:04 WIB

Ilustrasi cabe dan telur.
Ilustrasi cabe dan telur.

SURABAYA – Menjelang momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, harga telur dan cabai terpantau mengalami penurunan. Hal ini disebabkan stok produksi yang mengalami peningkatan usai panen.

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga rata-rata cabai rawit per Jumat (22/12) Rp73.363 per kilogram. 

Harga rata-rata tertinggi terjadi di Kabupaten Sampang sebesar Rp90.000 per kilogram. Sedangkan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan yakni Rp58.666 per kilogram.

Untuk di sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini pada kisaran Rp59.000 hingga Rp69.000 per kilogram.

Untuk Pasar Wonokromo Rp 59.000/kg, Pasar Genteng Rp 60.000/kg, Pasar Tambahrejo Rp64.000/kg, Pasar Keputran dan Pucanganom Rp 65.000/kg, serta Pasar Soponyono Rp 69.000/kg.

Untuk harga cabai merah, harga rata-rata Jawa Timur adalah Rp61.098/kg.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Tuban Rp80.000/kg. Sedangkan harga rata-rata terendah di Kabupaten Sampang Rp50.000/kg.

Untuk di sejumlah pasar besar di Surabaya, harga komoditas ini pada kisaran Rp54.000 hingga Rp60.000/kg.

Untuk Pasar Tambahrejo Rp54.000/kg, Pasar Pucang Anom Rp55.000/kg, Pasar Wonokromo Rp56.000/kg, Pasar Keputran Rp57.000/kg, Pasar Soponyono Rp58.000/kg dan Pasar Genteng Rp 60.000/kg.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko mengatakan turunnya harga cabai saat ini disebabkan stok yang melimpah.

Menurutnya kawasan sentra cabai di Kediri, Ngawi dan Lumajang sedang panen raya. “Untuk harga cabai rawit merah di tingkat petani saat ini Rp62.000/kg. Sedangkan harga cabai besar Rp40.000/kg,” katanya kepada Radar Surabaya.

Untuk komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam. Harga rata-rata telur ayam di Jawa Timur adalah Rp25.865. 

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Gresik, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep, Kota Probolinggo yakni Rp27.000/kg. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp24.000/kg.

Untuk harga di sejumlah pasar besar di Surabaya Rp26.000 hingga Rp27.000/kg. Untuk Pasar Genteng, Pasar Keputran, Pasar Pucanganom dan Pasar Tambahrejo Rp26.000/kg. Pasar Wonokromo Rp27.000/kg dan Pasar Soponyono Rp28.000/kg.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Rofi Yasifun mengatakan turunnya harga telur ini disebabkan banyak beredarnya telur ayam breeding yang dijual lebih murah.

“Sehingga mau tidak mau peternak harus menjual telur dengan harga yang murah ketimbang kalau lama-lama disimpan busuk,” katanya.

Diketahui telur ayam hatched egg (HE) atau yang lebih dikenal dengan telur ayam breeding ini sebenarnya dilarang dijual di pasar oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Telur HE merupakan telur yang berasal dari ayam perusahaan pembibitan atau breeding. Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Rofi mengatakan bahwa patokan peternak telur ayam Jawa Timur adalah pasar Jawa Barat. Karena, menurutnya, agen-agen besar ini berada di Jawa Barat.

“Nah mereka bilang kalau harga telur breeding ini sekitar Rp21.000/kg. Sehingga kita diberi harga kandang Rp21.500. Nah mau tidak mau kita harus menjual dengan harga segitu,” katanya.

Rofi berharap ada tindak tegas dari aparat penegak hukum terkait peredaran telur breeding ini. Harga Pokok Produksi (HPP) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp22.000 - Rp24.000/kg di tingkat peternak. “Ini artinya harga telur dijual di bawah HPP,” pungkasnya. (mus/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#harga cabai #SISKAPERBAPO #harga telur #tahun baru #natal