Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manufacturing Surabaya 2026 Siap Ubah Timur Indonesia Jadi Pusat Industri Baru

Moh. Afik • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:50 WIB
Industri manufaktur Indonesia saat ini menghadapi perubahan yang semakin dinamis.
Industri manufaktur Indonesia saat ini menghadapi perubahan yang semakin dinamis.

RADAR SURABAYA – Manufacturing Surabaya 2026 hadir sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem industri manufaktur di kawasan Timur Indonesia.

Pameran industri ini diharapkan menjadi penggerak transformasi sektor manufaktur nasional melalui inovasi teknologi, digitalisasi, hilirisasi, dan kolaborasi lintas industri.

Industri manufaktur Indonesia saat ini menghadapi perubahan yang semakin dinamis.

Percepatan hilirisasi, penguatan rantai pasok, adopsi teknologi industri, serta tuntutan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan kawasan Timur Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri baru.

Baca Juga: Skuad Persebaya Sudah Terbentuk, Bajul Ijo Siap Mengguncang Super League 2026/2027

Hal tersebut didukung oleh pengembangan hilirisasi, pengolahan sumber daya alam, pembangunan kawasan industri, serta meningkatnya investasi pada sektor manufaktur bernilai tambah.

"Namun, percepatan industrialisasi juga membutuhkan dukungan teknologi, solusi otomasi, penguatan logistik industri, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu membangun ekosistem manufaktur yang lebih kompetitif," ujar Meysia, Rabu (8/7).

Menurutnya, transformasi industri tidak lagi dapat dilakukan secara parsial.

 Sinergi antarsektor menjadi kunci agar kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, dan peluang investasi dapat terhubung dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui Manufacturing Surabaya 2026, PT Pamerindo Indonesia ingin menghadirkan wadah yang mampu mempercepat adopsi teknologi industri,

memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis bagi pelaku manufaktur di kawasan Timur Indonesia.

"Melalui Manufacturing Surabaya 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempercepat adopsi inovasi, memperluas jejaring bisnis, serta membuka peluang kolaborasi strategis bagi pelaku industri di Timur Indonesia," katanya.

Meysia menambahkan, pertumbuhan kawasan industri di wilayah timur membuka kesempatan besar untuk memperkuat rantai nilai manufaktur nasional.

Baca Juga: Epson Bidik Industri Tekstil, Luncurkan Printer Berkecepatan Tinggi di Surabaya Printing Expo 2026

Meski demikian, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan produktivitas, penerapan teknologi modern, serta kolaborasi yang lebih erat di seluruh rantai pasok industri.

"Manufacturing Surabaya berkomitmen menjadi katalis yang mempertemukan berbagai kebutuhan tersebut melalui satu platform industri yang terintegrasi," ujarnya.

Mengusung tema "New Industrial Hub di Timur Indonesia", Manufacturing Surabaya 2026 mengintegrasikan tiga sektor strategis, yakni manufaktur, energi, dan agrikultur.

Ketiga sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang lebih kuat dalam mempercepat transformasi industri nasional.

Selain menjadi ajang pameran teknologi dan solusi industri, Manufacturing Surabaya 2026 juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas kemitraan, menjajaki investasi,

serta memperkuat daya saing industri nasional di tengah perkembangan industri global yang semakin kompetitif.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan adopsi teknologi terkini, Manufacturing Surabaya 2026 diharapkan mampu mempercepat lahirnya pusat-pusat industri baru di Timur Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.(fix) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#manufacturing surabaya 2026 #PT Pamerindo Indonesia #Meysia Stephannie #indonesia timur