Radar Surabaya – Keluhan baterai laptop cepat habis, sulit terisi penuh, hingga perangkat tiba-tiba mati semakin sering ditemui di Surabaya dan sejumlah daerah Jawa Timur. Kondisi ini menjadi indikasi adanya kebocoran atau kerusakan pada baterai, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat pada perangkat digital.
Seorang instruktur teknisi komputer mengungkapkan bahwa gejala paling umum dari baterai bocor adalah daya yang terkuras lebih cepat dari biasanya.
“Normalnya baterai mampu bertahan tiga hingga empat jam. Namun bila hanya bertahan hitungan menit, itu tanda baterai sudah bermasalah,” jelasnya.
Ia menambahkan, tanda lain yang perlu diwaspadai adalah baterai sulit terisi penuh meski dicharge berjam-jam atau laptop langsung mati saat charger dilepas.
Baterai laptop bocor umumnya dipicu oleh pola penggunaan yang kurang tepat, di antaranya overcharge atau membiarkan laptop tetap tersambung charger setelah penuh dan pemakaian di suhu tinggi, misalnya di atas kasur atau bantal yang menghambat sirkulasi udara.
Selain itu, penggunaan adaptor yang tidak sesuai spesifikasi sehingga arus listrik tidak stabil, aktivitas ekstrem, seperti bermain gim berat dalam durasi panjang dan kebiasaan kecil seperti men-charge semalaman atau memakai charger palsu bisa mempercepat kerusakan. Padahal kalau dirawat, baterai bisa bertahan sampai lima tahun.
Jika baterai sudah bermasalah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pengguna, yakni melakukan kalibrasi agar sistem kembali membaca kapasitas daya dengan benar, menggunakan charger asli bawaan pabrikan untuk menjaga kestabilan arus listrik dan mengganti baterai dengan yang baru bila kerusakan sudah parah.
Untuk memperpanjang usia baterai, saran ahli antara lain
1. Mengisi daya pada kisaran 20–80 persen, bukan hingga 100 persen terus-menerus.
2. Tidak membiarkan baterai kosong hingga 0 persen.
3. Menggunakan laptop di permukaan keras agar panas mudah tersalurkan.
4. Sesekali menghabiskan baterai hingga kosong lalu mengisi penuh untuk menjaga kesehatan sel.
Kerusakan baterai bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berdampak pada produktivitas. Mahasiswa bisa panik ketika laptop mati saat presentasi, pekerja kantoran terpaksa selalu membawa charger, dan pedagang online kesulitan memantau transaksi karena perangkat tidak stabil.
“Kuncinya ada di kebiasaan pemakaian. Kalau dirawat dengan benar, baterai awet bertahun-tahun dan pengguna bisa lebih tenang,” tutup pakar tersebut. (dwi/fir)
Editor : M Firman Syah