Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Selama Ini Salah Paham, Ayam Berkokok Saat Fajar Ternyata Bukan karena Matahari

M Firman Syah • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:23 WIB
Ayam jantan berkokok saat fajar sebagai bagian dari ritme biologis alami yang bekerja dalam tubuhnya. Foto: ist.
Ayam jantan berkokok saat fajar sebagai bagian dari ritme biologis alami yang bekerja dalam tubuhnya. Foto: ist.

RADAR SURABAYA – Suara ayam jantan yang berkokok saat fajar telah lama dianggap sebagai penanda matahari akan segera terbit. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ayam memiliki jam biologis yang membuatnya mampu mengenali datangnya pagi bahkan sebelum matahari muncul di ufuk timur.

Kemampuan tersebut berasal dari ritme sirkadian atau jam biologis alami yang bekerja selama 24 jam. Sistem ini mengatur berbagai aktivitas tubuh, termasuk waktu ayam berkokok setiap hari.

Berkat mekanisme tersebut, ayam tetap dapat berkokok menjelang pagi meskipun cuaca mendung atau berada di lingkungan dengan perubahan pencahayaan yang minim. Artinya, kokok ayam bukan semata-mata respons terhadap terbitnya matahari.

Baca Juga: Segudang Nutrisi dalam Semangkuk Bubur Ayam

Selain dipengaruhi jam biologis, ayam juga memiliki sel fotoreseptor pada mata yang membantu mendeteksi perubahan intensitas cahaya di lingkungan sekitarnya. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat ayam mampu mengenali pergantian waktu dari malam menuju pagi dengan cukup akurat.

Fenomena ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak orang mengenai alasan ayam hampir selalu berkokok pada waktu yang sama setiap hari. Bukan karena melihat matahari terbit, melainkan karena tubuhnya telah memiliki sistem pengatur waktu alami.

Meski identik dengan suasana pagi, ayam jantan sebenarnya dapat berkokok kapan saja. Suara tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi dengan ayam lain, menarik perhatian ayam betina, hingga menunjukkan dominasi terhadap wilayah yang ditempatinya.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Binaan BRI Kediri, Jualan Ayam Potong Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Setiap Bulan

Tak hanya itu, ayam juga kerap berkokok ketika menemukan makanan atau saat merasakan adanya gangguan di sekitar kandang. Namun, kokok yang paling sering terdengar tetap terjadi menjelang fajar karena berkaitan erat dengan siklus biologis harian mereka.

Karena itu, suara ayam yang terdengar setiap pagi bukan sekadar reaksi terhadap kemunculan matahari. Di balik kebiasaan yang akrab di telinga masyarakat tersebut, terdapat mekanisme alami yang berfungsi layaknya alarm biologis untuk menandai datangnya hari baru. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#biologis #fakta sains #pengetahuan umum #hewan #ayam