
RADAR SURABAYA - Bubur ayam adalah salah satu menu sarapan paling populer di Indonesia. Teksturnya lembut, mudah dicerna, dan cepat membuat kenyang.
Namun di balik kesederhanaannya, semangkuk bubur ayam menyimpan segudang nutrisi yang berasal dari beras, ayam, kaldu, serta berbagai topping seperti kacang kedelai, bawang goreng, cakwe, hingga telur puyuh.
Kandungan gizi ini menjadikan bubur ayam bukan sekadar makanan pengganjal perut, tetapi juga sumber energi dan nutrisi penting untuk memulai hari.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Bidik Francisco Trincao, Siap Tebus Rp1,05 Triliun untuk Eks Wolves
Kandungan Nutrisi Bubur Ayam per Porsi
Satu mangkuk bubur ayam rata-rata mengandung sekitar 372 kkal energi, 12,3 g lemak, 36 g karbohidrat, dan 27,5 g protein.
Nilai ini bisa meningkat hingga 400–600 kkal jika ditambah topping sate usus, ati ampela, atau telur puyuh.
- Beras (Bubur Nasi)
Bubur nasi adalah sumber utama karbohidrat yang memberikan energi cepat. Bubur nasi mengandung sedikit protein dan vitamin B kompleks yang mendukung metabolisme tubuh.
Teksturnya lembut sehingga mudah dicerna oleh anak-anak maupun orang lanjut usia.
- Ayam (Daging, Usus, Hati, Ampela)
Daging ayam kaya protein hewani yang membantu pembentukan otot dan jaringan tubuh.
Hati ayam mengandung zat besi dan vitamin A yang penting untuk kesehatan darah dan mata.
Usus dan ampela menambah variasi protein serta mineral, meski perlu dikonsumsi secukupnya.
- Kaldu Ayam
Memberikan rasa gurih alami sekaligus menyumbang mineral dari tulang ayam. Rendah kalori, namun menambah cita rasa dan kandungan gizi pada bubur.
- Kacang Kedelai Goreng
Bahan ini kaya protein nabati dan serat yang baik untuk pencernaan. Mengandung lemak sehat yang membantu rasa kenyang lebih lama.
- Bawang Goreng, Seledri, Daun Bawang
Menyumbang antioksidan dan vitamin C yang mendukung sistem imun. Bawang goreng juga memberikan aroma dan rasa khas yang membuat bubur ayam semakin nikmat.



