RADAR SURABAYA - Jejak peninggalan jalur trem uap di Surabaya masih bisa ditemukan. Salah satunya adalah dua jalur trem uap di Jalan Diponegoro Surabaya.
Besi bekas jalur trem uap tersebut terlihat masih membentang dari selatan ke utara tepat di atas sungai kecil Jalan Diponegoro Surabaya.
Lokasi dua jalur tersebut dapat dilihat tepat berada di depan seberang salah satu SPBU swasta Jalan Diponegoro Surabaya.
Sementara untuk di sisi selatan dan utara sungai kecil tersebut jalur sudah tidak terlihat.
Diduga kuat jalur trem tersebut terpendam tanah yang kini menjadi pulau jalan dan jalan raya.
Pemerhati sejarah Kereta Api Navy Eka Pattiruhu mengatakan, dua jalur trem uap itu diresmikan bersamaan pembukaan jalur Wonokromo Kota-Kebonrojo oleh Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS) pada 2 Maret 1916.
"Jalur tersebut digunakan jalur trem uap dari Stasiun Wonokromo Kota menuju ke Kebonrojo. Kemudian dari Kebonrojo ke Ujung menggunakan jalur lama tahun 1889," ujarnya.
Dia menambahkan, setelah pembukaan jalur baru, trem uap tidak lagi melintas di jalur lama Darmo Kali, Keputran, Kaliasin dan Jalan Basuki Rahmat.
"Jadi tidak lagi lewat Tunjungan trem uap itu. Kemudian digeser ke Jalan Diponegoro, jadi ada jalur baru. Dari Stasiun Wonokromo Kota sampai dengan Kebon Rojo," terangnya.
Navy juga membenarkan diduga untuk bekas jalur trem yang lain terpendam tanah di Jalan Diponegoro.
Trem uap sendiri berhenti total operasi di Surabaya sekitar tahun 1978. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa