Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jejak Pesan Bung Karno di Relief Tugu Pahlawan Surabaya

Dimas Mahendra • Minggu, 9 November 2025 | 20:04 WIB
SEJARAH: Relief di Tugu Pahlawan menyimpan jejak pesan Bung Karno.
SEJARAH: Relief di Tugu Pahlawan menyimpan jejak pesan Bung Karno.

RADAR SURABAYA - Di balik kemegahan Tugu Pahlawan yang berdiri tegak di jantung Kota Surabaya, ternyata tersimpan pesan mendalam dari presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Tak banyak yang tahu, bahwa relief yang menghiasi dinding kompleks monumen ini bukan sekadar ornamen estetis, melainkan bentuk refleksi perjuangan dan pesan simbolik bagi generasi penerus bangsa.

Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, menjelaskan, Tugu Pahlawan dibangun atas gagasan langsung Bung Karno, yang juga meletakkan batu pertamanya pada tahun 1953.

“Monumen Tugu Pahlawan dibangun atas inisiatif Presiden pertama Republik Indonesia yakni Ir. Sukarno. Bahkan peletakan batu pertama monumen tersebut dilakukan oleh Beliau sendiri,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Bangunan yang menjulang tinggi itu kemudian dilengkapi dengan Museum 10 Nopember pada tahun 1991, dan mengalami pemugaran serta pengembangan pada tahun 1998. Dalam proses pemugaran itulah, relief di dinding luar museum mulai diaplikasikan.

“Relief ini menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia sekaligus perang 10 Nopember dalam melawan tentara Inggris yang korbannya hingga puluhan ribu jiwa,” tutur Wawan.

Ia mengungkapkan, relief tersebut merupakan refleksi perjuangan rakyat Indonesia, khususnya warga Surabaya, yang menjadi pesan abadi dari Bung Karno.

Meski tak sempat diwujudkan pada masa beliau, gagasan itu akhirnya direalisasikan saat pemugaran museum dilakukan.

“Konon relief itu merupakan refleksi perjuangan rakyat Indonesia, khususnya Surabaya, atas inisiatif Presiden pertama RI yang belum terlaksana kala itu. Relief ini sengaja dibuat sakral agar masyarakat dan generasi muda mengenang perjuangan para pahlawan dalam menjaga kedaulatan negara,” jelasnya.

Wawan menegaskan, makna terdalam dari relief Tugu Pahlawan bukan hanya tentang sejarah pertempuran, melainkan juga pesan moral tentang semangat kebangsaan.

“Harapannya agar jiwa dan semangat serta nilai juang ’45 tetap terpatri dalam jiwa dan raga para generasi muda. Supaya generasi muda mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan yang positif,” pungkasnya.

Kini, setiap lekuk ukiran di dinding Tugu Pahlawan bukan hanya mengisahkan masa lalu, tapi juga menjadi pengingat abadi: bahwa semangat Surabaya sebagai Kota Pahlawan harus terus hidup di dada setiap anak bangsa. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #Relief #Tugu Pahlawan #presiden pertama #ir soekarno #jejak #Radar Surabaya