Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menelusuri Keberadaan Masyarakat India di Surabaya

Mus Purmadani • Minggu, 25 Mei 2025 | 13:48 WIB

 

Toko karpet dan tekstil menjadi usaha yang mendominasi bisnis orang India di Surabaya.
Toko karpet dan tekstil menjadi usaha yang mendominasi bisnis orang India di Surabaya.

RADAR SURABAYA – Surabaya tidak hanya pernah dihuni masyarakat Eropa, Tionghoa, maupun Arab. Namun, Kota Pahlawan ini ternyata juga pernah dihuni masyarakat etnis India. 

"Jadi dulu di Jalan Tunjungan ada toko model kolonial dengan nama Toko Lalwani Issardas & Sons. Tapi sekarang sudah ganti nama," kata Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono, Jumat (23/5).

Nanang mengatakan, Lalwani adalah nama marga Sindh di India, yang sekarang adalah bagian dari Pakistan.

Jika menyimak riwayatnya, lanjut Nanang, toko Lalwani itu adalah penjahit yang terkenal pada era kolonial.

"Warga India memang terkenal dengan kemampuan menjahit dan tekstilnya," katanya. 

Menurutnya, India memiliki sejarah panjang dan kaya dalam hal industri tekstil, dengan berbagai jenis kain dan teknik menjahit yang khas. "Beberapa toko penjahit yang pernah tersebar di Surabaya seperti di Jalan Embong Malang dan Pacar Keling terdapat penjahit langganan. Yaitu penjahit Mohaer di Jalan Pacar Keling," ujarnya. 

Lebih lanjut Nanang mengatakan, salah satu toko tekstil terkenal di Jawa Timur, yang dimiliki oleh keluarga etnis India adalah Toko Tolaram di kota Malang.

Toko ini fokus menjual berbagai jenis kain.  Bahkan sejarah bisnis tekstil keluarga India di Jawa Timur mencakup pabrik tekstil yang sudah ada di masa lalu.

Perdagangan memang menjadi salah satu faktor terjadinya hubungan India - Jawa (Nusantara ).

Dahulu kala ketika aksara Pallawa masuk Nusantara, selain melalui jalur penyebaran agama, juga melalui jalur perdagangan. Hingga kini pengaruh India di Nusantara, masih bisa dirasakan dan dilihat.

Salah satunya adalah toko kain dan penjahit. Di belakang Toko Lalwani yang sekarang bernama Kampung Kebangsren dan Tunjungan juga dikenal sebagai kampung etnis India. Salah satu keluarga yang pernah tinggal di sana adalah Raam Punjabi.

Raam Punjabi, nama lain dari Raam Lalchand Pridhani, adalah seorang pengusaha dan produser film asal Surabaya, keturunan India.

Ia dikenal dengan nama Ram Soraya dan merupakan pemilik rumah produksi Soraya Intercine Films. Selain itu, ia juga lulusan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

"Sebagai tetenger akan keberadaan India di jalan legendaris Tunjungan ini adalah Bank of India. Bank ini dulu bernama Bank Pasar Swadesi. Swadesi adalah kosa kata asal India yang artinya dari atau milik negara sendiri. Kosa kata ini berasal dari bahasa Sansekerta. Kata Swadesi pernah dipopulerkan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno," jelasnya. 

PT Bank of India india, Tbk merupakan anak perusahaan Bank of India (bank milik Pemerintah India), yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Pasar Swadesi didirikan pada tahun 1968 di Surabaya.

"Selain itu, di Surabaya juga terdapat Asosiasi India Surabaya, yang salah satu anggotanya membuka usaha kuliner, restauran India Sitara," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #karpet #raam punjabi #surabaya #produser #tekstil #eropa #india