RADAR SURABAYA – Dahulu gula menjadi industri yang menjanjikan dan cukup berjaya.
Salah satu jejak peninggalan pabrik gula Ketintang masih bisa dijumpai di Jalan Ketintang Barat V, Surabaya.
Bangunan tersebut adalah bekas kantor administrasi pabrik gula Ketintang.
Lokasinya berada di Jalan Ketintang Barat V. Dari pengamatan Radar Surabaya, bangunanya masih terawat dan bergaya arsitektur kolonial.
Pada bagian depan bangunan memiliki pilar besar yang menandakan bangunan dibangun era kolonial.
Bangunan berdiri menjulang tinggi. Plafonya terlihat masih asli. Sementara lantainya terlihat masih memakai lantai lama. Pada beberapa bagian temboknya sudah mengelupas termakan usia.
"Itu bangunan bekas kantor administrasi pabrik gula Ketintang," ujar Pemerhati pabrik gula tempo dulu Agung Widyanjaya.
Agung mengatakan, untuk bekas pabrik gula Ketintang lokasinya kini menjadi salah satu perumahan.
Pabrik gula Ketintang tutup sekitar tahun 1920. Kemudian pada tahun 1925 lahan di Ketintang, Gadungan dan Karah dijual melalui perusahaan Soesman & Co.
Kemudian dibeli Nederlandsche Handel Maatschappij (NV). Setelah dibeli NV pabrik tidak beroperasi.
Kemudian bekas lokasi pabrik dipakai penggilingan padi pada tahun 1930 hingga tahun 1980-an.
"Peninggalanya hanya bekas kantor administrasi dan satu alat gilingan tebu dari Cina atau chinesemolen" sebutnya.
Ia melanjutkan, untuk bangunan bekas kantor administrasi pabrik gula tersebut kini menjadi tempat tinggal warga. Pada bagian dalam dipetak-petak.
Ketua RT 03 RW 06 Kelurahan Ketintang Nicolas Teguh mengungkapkan, pada tahun 1980 an masih menjumpai bekas pabrik gula Ketintang dipakai tempat penggilingan padi. Lokasi tersebut sering dipakai main anak-anak kampung Ketintang.
"Satu kompleks gitu ada gerbangnya luas. Sekarang jadi perumahan. Kalau ini (bekas kantor administrasi) sekarang dihuni 8 KK (kepala keluarga)," sebutnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari