Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sidak SWK Tambak Wedi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Langsung Copot Lurah Usai Terima Laporan Dugaan Pungli dari Pedagang 

Lambertus Hurek • Kamis, 9 Juli 2026 | 04:43 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

 

RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Tambak Wedi setelah menerima laporan masyarakat melalui hotline pribadinya terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan stan.

Dalam sidak tersebut, sejumlah pedagang mengaku diminta membayar hingga Rp 3 juta untuk mendapatkan stan berjualan. Padahal, SWK Tambak Wedi merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya secara gratis untuk membantu pedagang kaki lima (PKL), khususnya warga Surabaya yang terdampak penataan kawasan sekitar Jembatan Suramadu.

Baca Juga: Arthur Fery Ukir Sejarah, Singkirkan Flavio Cobolli dan Lolos ke Semifinal Wimbledon 2026

Saat sidak berlangsung sempat terjadi adu argumen antara Wali Kota Eri dengan oknum yang mengatasnamakan paguyuban. Oknum tersebut membantah adanya pungutan kepada pedagang.

Namun, Eri meminta para pedagang yang merasa telah menyerahkan uang agar segera membuat laporan resmi ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak sehingga dugaan pungli tersebut dapat diproses secara hukum.

Selain itu, Eri juga menemukan adanya keluhan bahwa banyak stan justru dikuasai orang di luar Surabaya. Para pedagang menduga hal tersebut terjadi karena adanya praktik pembayaran jutaan rupiah kepada oknum tertentu untuk memperoleh tempat berjualan.

Baca Juga: Reece James Terancam Absen saat Inggris vs Norwegia, Thomas Tuchel Dipusingkan Krisis Bek Kanan

Usai berdialog dengan pedagang, Eri langsung meminta penjelasan dari Lurah Tambak Wedi mengenai tata kelola SWK. Namun, lurah mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut. Menilai pengawasan di wilayahnya tidak berjalan, Eri langsung mengambil keputusan mencopot Lurah Tambak Wedi dari jabatannya.

"Saya menerima laporan di hotline mengenai dugaan pungli di SWK Tambak Wedi. Informasinya pedagang diminta membayar Rp3 juta untuk membeli stan. Setelah saya cek langsung ke lokasi, saya minta pedagang yang merasa membayar segera melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak agar bisa dibuktikan secara hukum," ujar Eri.

Ia menegaskan bahwa SWK Tambak Wedi dibangun untuk membantu PKL sekitar Suramadu yang terdampak penataan kawasan. Karena itu, seluruh stan diprioritaskan bagi warga Surabaya dan tidak dipungut biaya.

"SWK ini dibangun untuk warga Surabaya dan gratis. Jangan sampai ada yang menjual fasilitas pemerintah dan menyengsarakan wong cilik," tegasnya.

Eri juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik pungli di fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya, baik di SWK maupun layanan publik lainnya.

"Kalau menemukan pungli di tempat lain, laporkan ke hotline saya. Kalau terbukti, pasti akan kami tindak," pungkasnya.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#lurah tambak wedi #suramadu #SWK #wali kota surabaya #Eri Cahyadi