RADAR SURABAYA – Cuaca di Kota Surabaya pada Kamis (9/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah sepanjang hari. Sejak pagi hingga sore, langit relatif bersih dengan awan tipis yang merata, khas periode musim kemarau di Jawa Timur.
Berdasarkan data prakiraan cuaca, suhu udara pagi hari berada di kisaran 23 derajat Celsius pada pukul 05.00. Memasuki siang, suhu meningkat signifikan hingga mencapai puncaknya sekitar 32 derajat Celsius pada pukul 14.00–15.00. Penurunan kelembapan membuat udara terasa lebih kering.
Baca Juga: Arthur Fery Ukir Sejarah, Singkirkan Flavio Cobolli dan Lolos ke Semifinal Wimbledon 2026
Memasuki sore hingga malam, suhu berangsur turun. Pada pukul 19.00 hingga 23.00, suhu berkisar 25–26 derajat Celsius dengan kondisi langit tetap cerah. Peluang hujan sangat kecil, berada di bawah 10 persen sepanjang hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini merupakan karakteristik musim kemarau. Selain dominasi cuaca cerah dan awan tipis, suhu udara pada malam hingga dini hari cenderung lebih rendah.
Baca Juga: Reece James Terancam Absen saat Inggris vs Norwegia, Thomas Tuchel Dipusingkan Krisis Bek Kanan
Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yakni kondisi udara terasa lebih dingin pada malam hari saat musim kemarau. Hal tersebut dipengaruhi angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan relatif dingin ke wilayah Indonesia, termasuk Surabaya.
Minimnya tutupan awan juga mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi pada malam hari, sehingga suhu turun lebih cepat. Sebaliknya pada siang hari, radiasi matahari lebih maksimal sehingga suhu terasa lebih terik.
Editor : Lambertus Hurek