SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel yang selama ini beroperasi di sepanjang Jalan Nias ke lokasi baru di Jalan Menur Nomor 111, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo.
Relokasi ini merupakan bagian dari penataan kawasan sekaligus upaya mengembalikan fungsi Jalan Nias sebagai ruang publik yang aman dan tertib.
Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penataan Jalan Nias, Ingatkan Pemkot Tetap Humanis Saat Tertibkan PKL
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penataan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan para pelaku usaha maupun pengguna jalan. Selama ini, aktivitas pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan kendaraan dilakukan di bahu jalan sehingga berpotensi membahayakan lalu lintas.
"Penataan ini bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan pelaku usaha. Aktivitas pengecatan serta pengelasan sebelumnya dilakukan di bahu jalan sehingga memicu kemacetan dan membahayakan lalu lintas," ujarnya, Senin (7/7).
Baca Juga: Sidak Parkir di Wisata Ampel Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Sempat Dilawan Juru Parkir
Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau yang akrab disapa Cak Lewan, mengaku awalnya terkejut saat Wali Kota Eri Cahyadi datang meninjau kawasan tempat mereka bekerja. Namun, setelah diajak melihat lokasi relokasi di Jalan Menur, ia menilai tempat yang disediakan Pemkot jauh lebih layak untuk mendukung aktivitas perbengkelan.
"Saya dan teman-teman diajak melihat langsung lokasi di Menur. Setelah melihat kondisinya, kami menilai tempat ini sudah layak dan sesuai untuk mendukung aktivitas perbengkelan. Kami bersyukur difasilitasi lokasi yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Bapak Wali Kota Eri Cahyadi," katanya.
Baca Juga: Warga Surabaya Meninggal Terperosok Lubang Proyek Saluran, Ini Ultimatum Wali Kota Eri ke Kontraktor
Menurut Cak Lewan, lokasi baru memberikan rasa aman yang selama ini sulit didapat ketika bekerja di Jalan Nias. Sebelumnya, seluruh aktivitas perbaikan kendaraan dilakukan di tepi jalan dengan kendaraan yang melintas sangat dekat dari area kerja.
"Dulu kami bekerja di pinggir jalan sehingga selalu waspada karena kendaraan melintas sangat dekat. Sekarang kami memiliki tempat yang lebih aman dan nyaman untuk bekerja tanpa mengganggu lalu lintas," ujarnya.
Baca Juga: Rumah Mantan Wali Kota Surabaya Dibobol Maling, Dua Pelaku Terekam CCTV
Pria yang telah bekerja di kawasan Jalan Nias sejak 1985 itu mengatakan sentra bengkel tersebut sudah dikenal masyarakat sejak akhir 1970-an. Pelanggannya tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari Madura, Kediri, hingga Malang.
Saat ini, sekitar 20 pekerja bengkel telah menempati lokasi baru dan tetap melayani jasa pengelasan, pendempulan, serta pengecatan mobil. Dalam sehari, seluruh bengkel mampu menangani sekitar enam hingga tujuh kendaraan, tergantung jumlah pesanan yang masuk.
Cak Lewan juga mengapresiasi komitmen Pemkot Surabaya yang menyediakan lokasi usaha tanpa membebani para pelaku usaha.
"Kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Sesuai janji Bapak Wali Kota, kami tinggal menempati lokasi yang sudah disiapkan. Bahkan, jika masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi, Pemkot akan membantu menyediakannya, seperti penambahan atap agar tempat kerja lebih nyaman," tuturnya. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi Arista