RADAR SURABAYA - Tak hanya sekolah negeri, sekolah-sekolah swasta kian diminati. Ini terlihat dari Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah swasta yang mulai menunjukkan tren positif. Baru dibuka sejak Jumat lalu, ratusan calon peserta didik telah mendaftarkan diri.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya resmi membuka pendaftaran SPMB untuk jenjang sekolah swasta melalui portal SPMB Surabaya. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi calon murid yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri. Sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan di Kota Pahlawan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tak Lagi Beri Toleransi, Kabel Optik Tak Berizin Segera Diputus
Respons masyarakat terbilang cukup tinggi. Sebanyak 306 calon siswa mendaftar melalui Jalur Afirmasi Keluarga Miskin/Pra-Miskin. Sedangkan 538 calon siswa memilih Jalur Reguler Sekolah Swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, dibukanya pendaftaran melalui portal resmi bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh informasi sekaligus memilih sekolah swasta yang sesuai dengan kebutuhan.
Menurut dia, sistem tersebut juga dilengkapi fitur simulasi peluang diterima berdasarkan jarak domisili. Sehingga, orang tua dapat mempertimbangkan pilihan sekolah secara lebih matang.
"Masyarakat dapat memanfaatkan situs resmi SPMB untuk melihat peluang diterima melalui simulasi jarak domisili. Jika mengalami kendala teknis, kami juga telah menyiapkan posko SPMB untuk membantu orang tua maupun calon peserta didik," ujar Febrina.
Ia menegaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen menjaga keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan.
Terlebih, di sejumlah wilayah yang belum memiliki sekolah negeri, keberadaan sekolah swasta dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
"Kami ingin negeri dan swasta berjalan harmonis. Kalau tidak diterima di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta yang kualitasnya terus ditingkatkan. Harapannya, masyarakat memiliki banyak pilihan pendidikan yang baik," kata Febrina. (dim)
Editor : Lambertus Hurek