RADAR SURABAYA - Sebuah mobil Suzuki Carry milik Firman warga Jalan Kalijudan, Mulyorejo, Surabaya, mengalami pecah kaca diduga dirusak oleh oknum diduga pesilat yang terlibat bentrokan dengan pemuda, Rabu (17/6) dini hari.
Mobil korban saat itu diparkir di pinggir jalan sejak Selasa (16/6) malam. Diduga mobil korban terkena lemparan batu. Firman mengatakan awalnya dirinya bekerja dan mendapatkan kabar dari keluarga di rumah bahwa terjadi bentrokan melibatkan oknum pesilat masuk ke kampung atau tempat tinggalnya.
Setelah kondusif, Firman baru pulang ke rumah. "Saya lihat kondisi mobil saya sudah hancur begini (pecah)," ujarnya, Rabu (17/6).
Sementara salah satu sumber internal kepolisian membenarkan bahwa sempat terjadi bentrokan antar pemuda di Jalan Kalijudan Rabu dini hari. Polisi yang menerima informasi dari masyarakat langsung ke lokasi melakukan pembubaran massa yang terlibat tawuran bersama TNI dan pihak terkait.
"Korban luka ada dirawat di rumah sakit," ucapnya.
Kronologi Bentrok Massa Diduga Pesilat di Kalijudan Surabaya
Diberitakan sebelumnya, bentrok antar pemuda diduga melibatkan kelompok salah satu peguruan silat pecah di Jalan Kalijudan Gang 10, 11, dan 14 Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6) pukul 00.30.
Akibat bentrokan ini tiga orang dikabarkan menjadi korban dan mengalami luka. Salah satu warga Kalijudan Agus mengatakan awalnya hendak tidur tiba-tiba dikejutkan dengan suara orang berlari di gang.
Agus lalu keluar rumah dan melihat kelompok pemuda saling serang atau bentrok. "Semua warga bangun. Itu bentrok antar pemuda," ucapnya, Rabu (17/6).
Agus mengaku tidak tahu dari kelompok mana yang terlibat bentrok. Menurutnya, pemuda yang terlibat bentrok kebanyakan memakai penutup wajah. Para pemuda yang terlibat bentrok membawa tongkat, besi dan kayu. "Ada yang membawa petasan sehingga warga kaget," terangnya.
Baca Juga: Gen Z Lebih Dulu "Makan Kamera", Hidangan Baru Disantap Setelah Difoto
Sementara saksi lain yang merupakan anggota salah satu kelompok peguruan silat menjelaskan bentrok berawal saat anggota pesilat konvoi menuju tempat pengesahan di Kenjeran Park. Diduga saat itu ada kelompok lain yang memprovokasi rombongan konvoi.
"Lari masuk kampung, dikejar arek-arek sampai masuk kampung (yang memprovokasi)," ucap salah satu pesilat yang enggan disebut namanya.
Situasi kampung Kalijudan sempat mencekam pada Rabu dini hari. Di antara pemuda yang terlibat bentrok ada yang membawa sajam.
Baca Juga: Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar Layak Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNU
Warga setempat keluar rumah semua dan berjaga-jaga supaya tawuran tak meluas. Tak lama kemudian Polisi dan TNI tiba di lokasi membubarkan bentrokan dan lokask kembali kondusif. Akibat bentrokan dikabarkan ada tiga orang mengalami luka dan dirawat di rumah sakit. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto