Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Bentrok Pesilat dan Warga di Madiun, Diduga Dipicu Flare

N
Bentrokan yang melibatkan puluhan pesilat dan warga setempat di Desa Kaibon, Madiun, Sabtu (4/4) dini hari. (Instagram/@medhioen_ae)
Bentrokan yang melibatkan puluhan pesilat dan warga setempat di Desa Kaibon, Madiun, Sabtu (4/4) dini hari. (Instagram/@medhioen_ae)

Advertisement

RADAR SURABAYA - Lagi-lagi bentrokan antar pesilat dan warga terjadi. Situasi panas tersebut terjadi di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (4/4) dini hari.

Insiden bentrokan antara kelompok pesilat dan warga setempat tersebut dipicu oleh aksi menyalakan flare oleh rombongan pesilat saat melintas di kawasan itu usai menghadiri acara halal bihalal di Desa Kranggan.

Video bentrokan yang memperlihatkan aksi saling lempar di dekat gapura Desa Kaibon viral di media sosial melalui akun Instagram @medhioen_ae. 

Dalam rekaman berdurasi singkat itu tampak suasana ricuh antara dua kelompok sebelum akhirnya aparat kepolisian datang untuk menenangkan keadaan.

Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, membenarkan adanya insiden tersebut. 

Advertisement

“Akibat kejadian itu satu orang terluka, tetapi tidak ada kerusakan rumah warga,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/4).

Kemas menjelaskan bahwa bentrokan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. “Rombongan pesilat dari Kota Madiun datang ke acara pengajian dan halal bihalal di Desa Kranggan. Saat pulang, mereka menyalakan flare di Desa Kaibon, yang diduga memicu kemarahan warga,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa aparat kepolisian segera turun tangan untuk menghalau massa dan memastikan rombongan pesilat dapat melanjutkan perjalanan dengan aman. 

“Sekitar pukul 00.20, situasi sudah dinyatakan aman. Kami juga melakukan pendekatan kepada kedua pihak agar tidak mudah terpancing provokasi,” kata Kemas.

Bentrok semacam ini kerap dipicu oleh kesalahpahaman atau tindakan simbolik yang dianggap provokatif, seperti penggunaan flare atau atribut perguruan.

Advertisement

Artikel Terkait

Serpihan Tulang Ditemukan di Rumah Tersangka Pembunuhan Madiun, Identik dengan Korban

Serpihan Tulang Ditemukan di Rumah Tersangka Pembunuhan Madiun, Identik dengan Korban

Serpihan tulang yang ditemukan di rumah tersangka Dwi Bagus Martono, 40, warga Madiun telah selesai diperiksa Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Terancam Hukuman Mati

Dwi Bagus Martono, 40, nekat membunuh istri sirinya Dini Hardiyanti, 30, dan anaknya AGEF, 4, karena sempat terjadi perselisihan hingga cekcok di hotel salah satu Kota Madiun.

Ini Sosok Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun, Sempat Antar Keluarga Lapor ke Polisi

Ini Sosok Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun, Sempat Antar Keluarga Lapor ke Polisi

Polisi menangkap Dwi Bagus Martono (DBM) pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang ibu Dini Hardiyanti, 30, yang juga istri siri pelaku dan anak AGEF, 4, di salah satu hotel Madiun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer