Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Jemaah Haji: Usia 105 Tahun, Mbah Marsiyah Asal Kediri Bisa Berhaji Hasil Nabung Jualan Jenang 500 Rupiah

Rahmat Sudrajat • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB
Mbah Marsiyah, 105 tahun saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya didampingi oleh anak keduanya, Muidah Tauhid. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Mbah Marsiyah, 105 tahun saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya didampingi oleh anak keduanya, Muidah Tauhid. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Usia satu abad lebih tidak menyurutkan tekad kuat Marsiyah Salim untuk menunaikan ibadah haji. Disambut rasa syukur, ia kini telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (20/5), didampingi anak keduanya, Muidah Tauhid, 64, setelah menempuh perjalanan dari Kabupaten Kediri.

Selama penerimaan di Gedung Muzdalifah, mbah Marsiyah langsung menerima prioritas, ia langsung diperiksa kesehatannya, kemudian diberikan gelang haji, diberi living cost hingga kartu nusuk. 

Proses yang cepat membuatnya langsung masuk ke dalam kamar D1 untuk bisa beristirahat bersama dengan putrinya. 

Baca Juga: Dindik Jatim Jamin Guru Honorer Tetap Bisa Mengajar 

Perjalanan menuju tanah suci ini adalah buah kesabaran puluhan tahun. Sehari-hari, Mbah Marsiyah yang menginjak usia 105 tahun, dulu bekerja keras berjualan jenang di pasar. 

Ia menabung uang receh mulai dari Rp 500 secara diam-diam dan perlahan-lahan hingga terkumpul cukup untuk mendaftar haji pada tahun 2021 saat usianya menginjak 99 tahun.
 
“Dulu saya jualan jenang, lalu menabung sedikit demi sedikit. Saya diam saja tidak cerita ke tetangga, simpan terus sampai terkumpul cukup untuk berangkat ke Mekah,” ujar mbah Marsiyah. 

Baca Juga: Kisah Jemaah Haji: 14 Tahun Menabung, Pedagang Pasar Tradisional Asal Surabaya Ini Berangkat ke Tanah Suci 

Sebagai bekal di tanah suci doa tulus mbah Marsiyah hanya satu, yakni kesehatan dan keberkahan.  

“Saya senang sekali. Doa semoga selalu sehat dan waras. Saya juga mendoakan anak serta cucu semuanya agar sehat dan berkah rezekinya,” tuturnya.

Ia mengaku juga rutin puasa, bahkan saat bulan ramadan kemarin mbah Marsiyah puasa penuh tanpa ada yang ditinggalkannya. "Alhamdulillah kuat puasa sebulan penuh gak ada yang bolong (absen)," jelasnya. 

Baca Juga: Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026

Meskipun usianya lebih dari seabad, kondisi kesehatan mbah Marsiyah masih sangat prima. Ia rutin berjalan kaki setiap pagi. 

Selain itu, mbah Marsiyah juga menjaga pola makan sederhana dengan tidak mengkonsumsi makanan terlalu pedas maupun terlalu asin. “Makanan yang tidak pedas dan tidak terlalu asin saja," tuturnya. 

Putrinya, Muidah Tauhid menjelaskan, ibunya adalah perempuan pekerja keras yang tak pernah mengeluh. 

Bapaknya bekerja sebagai tukang kayu, sementara ibunya membantu ekonomi keluarga dengan membawa dagangan ke pasar meski dalam kondisi berat dengan lima anak yang masih kecil.
 
“Nabungnya dikit-dikit. Zaman dulu saja sudah senang kalau dapat Rp 500. Beliau diam saja menabung demi cita-cita mulianya. Alhamdulillah, setelah 5 tahun mendaftar, akhirnya bisa berangkat juga,” ujarnya.

Baca Juga: Tambah Satu Jemaah Wafat di Makkah, Salat Gaib Digelar di Asrama Haji Surabaya 

Muidah yang pernah menunaikan ibadah umrah sebelumnya pada 2023 ini, akan mendampingi ibunya hingga ke Tanah Suci. Ia juga telah mendaftar haji tahun 2021. 

"Saat mendaftar pada tahun 2021 lalu, antrean keberangkatan berada di urutan ke-52. Waktu itu usia saya sudah tidak muda lagi. Sebelumnya, saya juga pernah diberi rezeki untuk umrah. Awalnya saya sempat mengira kondisi ibu sudah tidak kuat, tapi ternyata alhamdulillah beliau masih sangat sehat dan bugar," ungkapnya. 

Mbah Marsiyah yang berasal dari Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tergabung dalam kloter 112 dan akan terbang ke Jeddah, Kamis (21/5) pukul 17.00 WIB. 

Baca Juga: Pelajaran Bahasa Inggris Kini Wajib Mulai Kelas 3 SD

Selama di tanah suci mbah Marsiyah akan dibantu menggunakan kursi roda dan dituntun saat tawaf oleh anak perempuannya. 

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengaku Sebagai jemaah berusia paling lanjut, mbah Marsiyah Salim dipastikan akan mendapatkan perlakuan istimewa saat berada di Embarkasi Surabaya maupun Tanah Suci. 

Ia tidak perlu mengantre dan akan diprioritaskan dalam setiap rangkaian ibadah umrah maupun haji.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Kini Jadi Mata Uang Terlemah Kelima di Dunia 

"Karena merupakan jemaah tertua, nanti di Mekkah beliau juga akan mendapat pelayanan khusus. Tidak perlu menunggu antrean, seluruh proses ibadah akan diutamakan demi kenyamanan dan keamanannya," ungkap Anam.

Anam mengaku bangga jika jemaah tersebut sudah terkonfirmasi menjadi jemaah tertua se-Indonesia. 
 
"Setahu kami, beliau adalah jemaah tertua se-Jawa Timur. Jika ternyata terkonfirmasi sebagai yang tertua se-Indonesia, tentu ini sesuatu yang sangat luar biasa dan menjadi rekor tersendiri," pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#jemaah haji tertua #Haji 2026 #surabaya #jemaah haji #kediri