RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) tengah mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027.
Mekanisme penerimaan murid baru secara umum tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya, namun terdapat penyesuaian penting pada jalur prestasi akademik untuk jenjang SMP Negeri.
Kepala Dispendik Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tetap mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang SPMB, serta diperkuat melalui surat edaran Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026.
Baca Juga: Iseng Bermain Borgol, Malah Kunci Hilang, Pemuda Asal Surabaya Ngadu ke Damkar
Perubahan Jalur Prestasi SMP
Perubahan signifikan terjadi pada jalur prestasi akademik SMP Negeri. Jika sebelumnya penilaian hanya berdasarkan rata-rata nilai rapor lima semester terakhir (kelas 4 hingga kelas 6 semester ganjil), kini skema baru menggabungkan nilai rapor dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Bobot penilaian ditetapkan 60 persen untuk rapor dan 40 persen untuk TKA. Langkah ini diambil sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meningkatkan objektivitas penerimaan siswa berprestasi.
Laman Resmi SPMB
Dispendik Surabaya juga akan meluncurkan laman resmi spmb.surabaya.go.id sebagai pusat informasi.
Baca Juga: SPMB Surabaya 2026: TKA Kini Ambil Porsi 40 Persen di Jalur Prestasi
Website ini akan memuat seluruh ketentuan, jadwal, dan prosedur pendaftaran agar orang tua dan calon peserta didik dapat mempelajarinya secara mandiri.
Tahapan Pendaftaran
Pendaftaran akan dilakukan secara online pada bulan Juni 2026, dimulai dari jenjang TK Negeri, dilanjutkan SD Negeri, dan terakhir SMP Negeri.
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, masyarakat diberi kesempatan mengikuti simulasi sistem agar terbiasa dengan prosedur SPMB.
Baca Juga: Dindik Jatim Dorong Sekolah Jadi Ekosistem Ketahanan Pangan lewat Program SIKAP
Febrina menegaskan bahwa simulasi ini bertujuan melatih masyarakat agar tidak kesulitan saat pendaftaran sesungguhnya.
Dengan sistem berbasis digital, diharapkan proses penerimaan murid baru berjalan lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari