RADAR SURABAYA – Untuk mendukung pengembangan jalur ganda (double track) serta meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional, PT KAI Daop 8 Surabaya
bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), melaksanakan kegiatan cek lintas dengan berjalan kaki.
Pemeriksaan dilakukan sepanjang jalur yang menghubungkan Stasiun Wonokromo hingga Stasiun Sepanjang, Kamis (23/4).
Pengembangan jalur ganda memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas lintas, kelancaran perjalanan, serta memperkuat konektivitas transportasi di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Cek lintas dipimpin langsung oleh Executive Vice President Daop 8 Surabaya bersama jajaran manajemen dan tim BTP Kelas I Surabaya DJKA.
Tim melakukan penyusuran jalur secara menyeluruh untuk memeriksa berbagai aspek teknis, mulai dari kondisi rel, bantalan, penambat, wesel, bangunan hikmat, perlintasan sebidang, hingga area sekitar jalur dan fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga: Kembali Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim, Kejati Temukan Aliran Pungli Rutin
Selain memastikan kondisi prasarana tetap optimal, kegiatan ini juga difokuskan pada pemantauan dan sterilisasi jalur.
Hal tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran proses pembangunan serta meminimalkan potensi gangguan operasional yang mungkin terjadi.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa kesiapan prasarana menjadi faktor krusial dalam keberhasilan proyek strategis ini.
“Cek lintas ini kami lakukan untuk memastikan seluruh prasarana dalam kondisi optimal sehingga mampu menunjang peningkatan kapasitas dan keselamatan perjalanan kereta api.
Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan bahwa metode cek lintas dengan berjalan kaki dinilai sangat efektif karena mampu memberikan gambaran kondisi lapangan secara detail dan akurat.
Baca Juga: Ini Motif Pembunuhan di Pragoto Surabaya, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas unit dalam menjaga keandalan operasional ke depan.
Sejalan dengan pengembangan jalur kereta api, Pemerintah Kota Surabaya juga turut melakukan penataan infrastruktur di kawasan sekitar rel.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa Pemkot akan melakukan pengaspalan dan pelebaran Jalan Stasiun Wonokromo.
Langkah ini dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan serta mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Di sisi lain, KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas apa pun di atas jalur rel serta turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar jalur.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, KAI Daop 8 Surabaya bersama BTP Kelas I Surabaya DJKA terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Pengembangan jalur ganda ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkutan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan