Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hampir 80 Persen Wilayah Masih Musim Hujan, Jatim Mulai Transisi ke Kemarau

Lambertus Hurek • Selasa, 24 Maret 2026 | 08:35 WIB
Pulau Jawa masih mengalami musim hujan. Masa peralihan atau pancaroba dijangka bulan April 2026. (BMKG)
Pulau Jawa masih mengalami musim hujan. Masa peralihan atau pancaroba dijangka bulan April 2026. (BMKG)

 

RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa hingga dasarian III Maret 2026, sekitar 78 persen wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim hujan. Meski demikian, intensitas hujan secara umum mulai menunjukkan tren penurunan seiring mendekati masa peralihan ke musim kemarau.

Kondisi tersebut juga terjadi di Jawa Timur. BMKG mencatat, wilayah Jatim saat ini masih didominasi hujan dengan intensitas yang relatif tinggi, terutama pada sore hingga malam hari. Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jadi Tersibuk Selama Mudik Lebaran, Pelindo Layani 1 Juta Penumpang

“Memang sudah ada kecenderungan penurunan intensitas hujan. Namun, untuk saat ini hujan masih cukup tinggi, terutama di wilayah-wilayah tertentu,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

Dalam peringatan dini curah hujan dasarian III Maret, tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas. Namun sejumlah daerah, termasuk sebagian wilayah Jawa Timur, berada pada kategori waspada. Artinya, curah hujan masih berpotensi cukup tinggi dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Antusiasme Warga Tak Surut di Hari Terakhir Riyayan Idul Fitri 1447 H di Kediaman Gubernur Khofifah

BMKG juga mengungkapkan bahwa fenomena La Nina yang terjadi sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. Berakhirnya La Nina menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk pergeseran menuju musim kemarau.

Untuk Jawa Timur, awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada akhir April 2026. Namun, BMKG menegaskan bahwa tidak semua wilayah akan mengalami awal kemarau secara bersamaan. Sebagian daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, terutama pada masa pancaroba.

Secara nasional, awal musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat di 325 Zona Musim atau sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia. Bahkan, sebanyak 144 dari total 699 Zona Musim diprediksi mulai memasuki kemarau sejak April.

Wilayah yang diperkirakan lebih dulu mengalami kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat hingga Jawa Timur, serta sebagian wilayah Nusa Tenggara.

BMKG memprakirakan puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada Agustus 2026. Selain itu, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#musim hujan #BMKG #pancaroba #puncak musim kemarau #Musim Kemarau