Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masyarakat Bisa Laporkan Jalan Berlubang di Wilayahnya, Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp 40 Milliar pada 2026

Dimas Mahendra • Minggu, 22 Februari 2026 | 07:30 WIB

PEMELIHARAAN: Pemkot Surabaya siapkan anggaran Rp 40 miliar untuk perbaikan jalan berlubang di Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
PEMELIHARAAN: Pemkot Surabaya siapkan anggaran Rp 40 miliar untuk perbaikan jalan berlubang di Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan sekitar Rp 40 miliar untuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 2026. Anggaran tersebut kini “bekerja” setiap hari melalui sembilan tim satgas perbaikan jalan yang mampu menghabiskan hingga 60 ton hotmix per hari untuk menutup jalan berlubang di berbagai titik Kota Pahlawan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa anggaran pemeliharaan jalan tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya dan dipastikan dalam kondisi aman.

“Sekitar Rp 40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan jalan, kita juga siapkan pemeliharaan rutin,” ujar Syamsul.

Dana tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas. Setiap hari, sembilan tim Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bergerak dalam lima rayon berbeda untuk menyisir dan menambal jalan berlubang. Bahkan, selama Ramadan, tambahan tim malam dan Unit Reaksi Cepat (URC) disiagakan untuk memastikan aktivitas warga tidak terganggu.

“Begitu ada laporan atau temuan di lapangan, tim langsung bergerak. Tidak perlu menunggu lama,” tegas Syamsul.

Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menambahkan bahwa penguatan jumlah tim dilakukan agar respons lebih cepat dan kerusakan tidak melebar.

“Awalnya lima tim, sekarang jadi delapan ditambah satu URC, total sembilan. Untuk malam hari, kami siapkan tiga tim tambahan, apalagi saat Ramadan aktivitas warga meningkat,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM, Dedy Purwito, memaparkan bahwa setiap tim dibekali armada truk pengangkut hotmix, kendaraan pickup, serta alat pemadatan seperti stamper dan roller.

“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 50 sampai 60 ton hotmix. Setiap truk membawa sekitar delapan sampai sembilan ton. Jadi distribusi material ke titik perbaikan bisa cepat,” kata Dedy.

Jika dirata-rata, puluhan ton aspal tersebut tersebar ke berbagai ruas jalan setiap hari, tergantung tingkat kerusakan. Artinya, alokasi anggaran miliaran rupiah itu benar-benar dikonversi menjadi pekerjaan fisik di lapangan.

Baca Juga: Tragedi Selfie di Rel Batang: Tiga Pelajar Tewas Tertabrak KA Argo Merbabu

Pemkot juga membuka partisipasi publik agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran. Warga dapat melaporkan jalan rusak melalui aplikasi WargaKu atau layanan darurat 112.

“Kami harapkan partisipasi warga. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat tim turun,” pungkas Dedy.

Dengan kombinasi anggaran Rp 40 miliar, sembilan tim satgas, dan 60 ton hotmix per hari, Pemkot Surabaya menargetkan lubang-lubang jalan tidak dibiarkan lama mengganggu keselamatan dan mobilitas masyarakat. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Lewat #apbd #cara #kota #surabaya hari ini #kerusakan #berlubang #kemana #instagram #lapor #berita surabaya #berita surabaya hari ini #anggaran #jalan #lubang #DSDABM Kota Surabaya #program #Laporan #medsos #pemerintah #Command center 112 #besaran