RADAR SURABAYA – Operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir usai libur sekolah. Pada hari pertama layanan, Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya menyajikan menu khas daerah berupa sate ayam dan sate kelopo, sebagai bentuk kepatuhan terhadap Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026 yang mewajibkan penyajian menu kearifan lokal.
Menu sate tersebut didistribusikan ke ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah, Kamis (8/1/2026). Selain menyesuaikan cita rasa lokal, pemilihan menu juga mempertimbangkan aspek gizi, keamanan pangan, dan daya tarik bagi anak-anak.
Owner Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin, menjelaskan bahwa menu hari pertama sengaja dipilih yang familiar dan disukai anak-anak. “Hari pertama kami pilih sate ayam dan sate kelopo. Rasanya enak, anak-anak suka, dan ini juga menu khas daerah Surabaya,” ujar Yayuk.
Ia menambahkan, sate yang disajikan tidak dibakar menggunakan arang, melainkan disangrai untuk menjaga aspek higienitas dan keamanan pangan. Setiap porsi dilengkapi lauk pendamping seperti telur rebus atau tahu, serta buah jeruk sebagai pencuci mulut.
“Semua dihitung, mulai protein hewani, nabati, sampai nilai gizinya. Kami dibantu ahli gizi agar sesuai standar MBG,” jelasnya.
Pada hari pertama operasional ini, Dapur Nikmat Barokah menyiapkan ribuan porsi makanan. Sekitar 3.960 porsi didistribusikan dari dapur tersebut. Sementara dapur di kawasan Medokan menyalurkan sekitar 3.700 porsi dengan menu berbeda, seperti sate komo khas Jawa Timur.
Tak hanya fokus pada menu, kesan pertama distribusi juga menjadi perhatian. Sejumlah petugas pengantar makanan tampak mengenakan kostum superhero seperti Captain America dan Power Ranger. Aksi ini sontak mengundang senyum dan antusiasme siswa saat makanan tiba di sekolah.
“Kami ingin hari pertama ini berkesan. Anak-anak senang, suasananya ceria. Itu juga bagian dari pelayanan,” kata Yayuk.
Langkah tersebut sejalan dengan Surat Edaran BGN yang mengatur bahwa personel SPPG wajib memberikan first impression terbaik, menciptakan suasana distribusi yang menyenangkan, serta mendokumentasikan proses dan ekspresi penerima manfaat.
Persiapan operasional sendiri telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Seluruh peralatan makan dan ompreng dicuci ulang dan disterilkan mengingat layanan sempat berhenti selama libur sekolah.
“Kami tidak ingin ada kesalahan di hari pertama. Semua kami siapkan matang, mulai kebersihan, alur kerja, sampai distribusi,” tegasnya.
Yayuk berharap ke depan variasi menu lokal akan terus dikembangkan agar anak-anak tidak bosan, tanpa mengesampingkan standar gizi dan keamanan pangan. “Yang terpenting anak-anak senang, sehat, dan gizinya terpenuhi,” pungkasnya.
Dengan menu khas daerah, distribusi tertib, dan suasana ceria, hari pertama operasional MBG di Dapur Nikmat Barokah menjadi penanda dimulainya kembali layanan pemenuhan gizi bagi ribuan siswa Surabaya di awal tahun 2026. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto