RADAR SURABAYA - Sebuah video aksi balap liar di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya beredar luas di media sosial (medsos). Puluhan pengendara motor tampak menunggangi motor mereka dan menutup jalan yang baru diaspal.
Mereka menggunakan jalan untuk arena sirkuit balap liar. Berdasarkan video viral yang diunggah salah satu akun instagram potongan video pertama memperlihatkan polisi membubarkan balap liar. Para pengendara motor tampak kocar-kacir.
Potongan video kedua menampilkan puluhan pengendara motor menutup jalan untuk balap liar. Mereka juga menggeber gas motor. Kemudian pada potongan video terakhir menampilkan momen dua pengendara motor yang mulai start dan balap liar.
Kapolsek Tenggilis Mejoyo AKP Prastya Yana Wisesa saat dikonfirmasi terkait video viral balap liar di Jalan Panjang Jiwo membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Kejadian Sabtu (29/11) pukul 03.00. Betul sempet mereka memberhentikan kendaraan. Belum sempat start, begitu ada patroli, langsung semburat ke arah timur, baik melalui jalur yang searah dan ada yang melawan arah," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (2/12).
Prastya menegaskan, pembubaran balap liar dilakukan saat itu juga dengan melibatkan Patroli Perintis Polda Jatim, Polsek Tenggilis Mejoyo dan Polsek Wonocolo.
Dari pembubaran balap liar di Jalan Panjang Jiwo, polisi mengamankan 5 anak di bawah umur dan 3 unit motor. "Tiga orang warga Surabaya, satu Gresik dan satu Sidoarjo. Mereka dikenakan tilang dan 3 motor diamankan," jelasnya.
Mantan Kasat Lantas Polres Kediri Kota ini menambahkan, untuk antisipasi balap liar Polsek Tenggilis Mejoyo sudah berkoordinasi dengan Forkopimca, RW sekitaran Jalan Panjang Jiwo, dan warga untuk menolak adanya balap liar.
Menururnya, polisi akan menigkatkan patroli dan penjagaan bersama warga. Selain itu juga monitoring melalui informasi warga bila ada potensi-potensi balap liar.
"Kemudian akan kami lakukan penyekatan gabung dengan Polsek Wonocolo dan Patroli Jogo Suroboyo. Dari kecamatan sendiri koordinasi dengan Camat asal dari anak yang diamankan untuk dilakukan pembinaan," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto