RADAR SURABAYA — Upaya penyelesaian sengketa tanah Eigendom Verponding (EV) di tiga kecamatan di Surabaya memasuki fase paling krusial. Apalagi, fenomena ini rupanya disebut juga mendapat respon dari Presiden RI agar persoalan yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun itu diselesaikan secepat mungkin.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara pemerintah kota Surabaya dengan Direktur Utama PT Pertamina yang merupakan pertemuan lanjutan usai hearing di Gedung Nusantara III, DPR RI kemarin lusa.
Pertemuan lanjutan itu dipimpin Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dan dihadiri Pimpinan Komisi II dan Komisi VI DPR RI, jajaran manajemen Pertamina, Kementerian ATR/BPN, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta perwakilan Forum Aspirasi Tanah Warga (FATWA).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut dinamika terbaru ini sebagai perkembangan paling signifikan sejak sengketa EV diperjuangkan bertahun-tahun.
“Alhamdulillah, Dirut Pertamina menyampaikan bahwa atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, permasalahan ini akan diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Insyaallah warga Surabaya akan mendapatkan hasil yang luar biasa,” ujar Eri melalui keterangan tertulisnya.
Menurut Eri, percepatan penyelesaian di tingkat pusat merupakan bukti bahwa kasus EV kini bukan lagi sekadar isu administratif, melainkan sudah naik menjadi prioritas nasional. Karena itu ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mengawal proses ini di berbagai level.
“Matur nuwun Wakil Ketua DPR RI, Pak Adies Kadir. Matur nuwun Ketua dan seluruh Anggota Komisi II DPR. Matur nuwun Ketua dan Anggota Komisi VI DPR. Matur nuwun Dirut Pertamina dan jajarannya, matur nuwun Mas Wagub,” ucapnya.
Eri menegaskan bahwa tanpa kerja bersama, tidak mungkin persoalan yang mengendap selama puluhan tahun bisa mendapatkan titik terang dalam waktu singkat.
“Jikalau ini dikerjakan sendiri dan tidak bersinergi, tidak mungkin permasalahan ini akan ada titik terang penyelesaiannya,” terangnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa keberhasilan ini bukan tentang siapa pihak yang paling menonjol, tetapi siapa yang mampu menjalin kolaborasi paling kuat.
“Sinergi ini memberikan pembuktian bukan siapa yang terbaik, bukan siapa yang terdepan, tapi siapa yang bisa bersinergi maka itulah yang terbaik karena akan memberikan hasil terbaik untuk masyarakat Surabaya,” kata Eri.
Koordinator Umum Forum Aspirasi Tanah Warga (FATWA), Muchlis Anwar, mengakui percepatan pembahasan di tingkat pusat tak lepas dari pendampingan Pemkot Surabaya, terutama komitmen Wali Kota Eri.
“Terima kasih dukungannya Pak Eri. Tanpa perjuangan beliau, kami tidak ada apa-apanya,” ujar Muchlis.
Harapan besar kini tertuju pada implementasi teknis yang sedang dipersiapkan lintas kementerian dan Pertamina. Bagi ribuan warga terdampak di Surabaya, babak baru ini menjadi momentum yang dinantikan. Sebuah kesempatan untuk akhirnya mendapatkan kepastian setelah puluhan tahun hidup dalam ketidakjelasan status tanah. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto