RADAR SURABAYA - PLN UPDL Surabaya terus menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan vokasi. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Upgrading Guru SMK, PLN berupaya meningkatkan kompetensi guru SMK di bidang ketenagalistrikan agar sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Puncak program TJSL tersebut digelar di SMKN 5 Surabaya. Kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kompetensi dan bantuan alat praktik untuk sekolah sebagai penutup rangkaian program TJSL tahun 2025.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah kepala sekolah peserta program. Mereka adalah Kepala SMKN 2 Surabaya Endang Tribawani, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 5 Surabaya Drs. Edy Prayoga, M.MTi, dan Kepala SMKN 3 Buduran, Rahadi Supratikto, M.Pd.
Manager PLN UPDL Surabaya, Nur Effendi, mengatakan, program TJSL merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dia menjelaskan, perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Program TJSL tahun 2025 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan dengan melibatkan 20 guru dari tiga SMK di Surabaya dan Sidoarjo, masing-masing terdiri dari enam guru SMKN 2 Surabaya, tujuh guru SMKN 5 Surabaya, dan tujuh guru SMKN 3 Buduran," ucapnya, rabu (5/11).
Dua okupasi utama yang diujikan untuk sertifikasi kompetensi meliputi Pelaksana Madya Pengoperasian Distribusi Tegangan Rendah dan Pelaksana Madya Pemeliharaan PLTG. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai pembelajaran teori, praktik lapangan, hingga uji sertifikasi oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi Kementerian ESDM.
“PLN terus mendukung penguatan ekosistem vokasi ketenagalistrikan di Surabaya, melalui peningkatan kompetensi guru, kami berharap transfer pengetahuan kepada siswa SMK dapat berjalan efektif dan menghasilkan SDM siap kerja serta berdaya saing global,” ujarnya.
Selain pelatihan dan sertifikasi, para guru peserta juga melaksanakan kegiatan pengabdian mengajar di sekolah masing-masing. PLN turut memberikan bantuan alat bantu praktik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar berkelanjutan.
Kegiatan itu menjadi bukti nyata kepedulian PLN terhadap kemajuan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Langkah tersebut juga menjadi strategi dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang unggul, berkarakter industri, dan siap berkontribusi di sektor ketenagalistrikan nasional.
Kepala SMKN 5 Surabaya, Drs. Edy Prayoga, M.MTi, mengaku bersyukur atas dukungan PLN melalui program TJSL. Dia menilai kerja sama dengan industri ini memberikan dampak besar terhadap peningkatan kompetensi dan karakter guru.
“Bukan hanya bantuan alat, tapi efeknya terasa pada disiplin dan karakter guru yang kemudian tercermin di siswa, bantuan ini benar-benar bermakna karena membentuk budaya positif di lingkungan sekolah,” katanya.
Hal senada disampaikan guru SMKN 3 Buduran, Umi Royhatin yang turut menjadi peserta program. Dia mengaku sangat terbantu dengan tambahan ilmu praktik langsung dari PLN serta dukungan alat praktik di sekolah.
“Dengan adanya bantuan TJSL ini, anak-anak bisa praktik dengan alat yang sesuai perkembangan teknologi,” ujarnya.
“Kami berharap program TJSL PLN UPDL Surabaya terus berlanjut dan suatu saat siswa kami juga bisa ikut pelatihan sesuai kompetensi yang dibutuhkan PLN,” pungkasnya. (sai/nas/vga)
Editor : Vega Dwi Arista