Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Ubah PAUD Jadi Gerakan Sosial Berkelanjutan

Dimas Mahendra • Rabu, 5 November 2025 | 02:49 WIB
DUKUNGAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani mengungkapkan PAUD sudah menjadi gerakan sosial kota.(IST/RADAR SURABAYA)
DUKUNGAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani mengungkapkan PAUD sudah menjadi gerakan sosial kota.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar urusan akademik atau penghargaan nasional. Ia telah berubah menjadi gerakan sosial kota, tempat seluruh elemen masyarakat ikut mencetak karakter generasi masa depan. 

Filosofi inilah yang ditegaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam kunjungan verifikasi lapangan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional oleh tim teknis Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Selasa (4/11).

Dalam forum yang berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota itu, Eri Cahyadi menegaskan bahwa tujuan utama pemerintahannya bukanlah mengejar penghargaan, melainkan membangun sistem pendidikan berkeadilan dan berkarakter sejak dini.

“Kami telah menyampaikan kepada pihak kementerian bahwa sistem apresiasi hendaknya tidak hanya menilai proses, tetapi harus fokus pada indikator output dan outcome yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, PAUD adalah fondasi seluruh arah pembangunan Surabaya. Ia menggambarkannya sebagai “kertas putih” tempat nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan keberanian dibentuk untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia di tahun 2045.

Komitmen itu diwujudkan melalui alokasi 21 persen dari APBD Surabaya untuk sektor pendidikan, atau sekitar Rp 2,1 triliun dengan lima persen di antaranya khusus untuk PAUD. Namun, Eri menegaskan keberhasilan PAUD tidak ditentukan oleh anggaran semata.

“Filosofi ini diimplementasikan hingga ke tingkat akar rumput, melalui Kampung Pancasila dan program Orang Tua Asuh. Program tersebut memungkinkan warga mampu membiayai PAUD anak kurang mampu tanpa mengandalkan dana APBD, sekaligus menegakkan prinsip keadilan sosial sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi motor utama penggerak PAUD Surabaya, di mana sektor swasta turut berperan melalui program CSR untuk beasiswa dan pelatihan guru.

“Komitmen merupakan janji seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan masyarakat, dimulai dari anak-anak PAUD kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyebut Surabaya kini menargetkan diri menjadi barometer PAUD berkualitas di tingkat nasional, dengan sistem kolaborasi lintas sektor.

“Komitmen pendanaan juga sangat kuat, anggaran PAUD Holistik Integratif di tahun 2025 mencapai Rp118 miliar. Diperkuat dengan sinergi pembiayaan eksternal, terutama melalui program CSR. Sinergi ini mencakup pemberian beasiswa S1 RPL kepada 30 guru PAUD, serta dukungan beasiswa S2 bagi sejumlah pendidik dari berbagai universitas,” papar Bunda Rini.

Tak hanya memperluas akses pendidikan melalui program Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pra-sekolah), Pemkot juga telah menghadirkan 332 PAUD SD 1 Atap serta merehabilitasi 458 Pos PAUD Terpadu di tingkat RW yang kini dilengkapi fasilitas TIK.

“Melalui verifikasi door to door yang intensif, gerakan Ayo ke PAUD berhasil mencapai tingkat keberhasilan intervensi hingga 93,98 persen. Guna memfasilitasi para ASN, didirikan pula TPA Generasi Emas Surabaya (Gemas) di dekat perkantoran,” imbuhnya.

Di sisi lain, penguatan karakter juga dilakukan lewat pendekatan tematik—anak-anak diajak mengenal profesi, budaya kerja keras, dan nilai gotong royong secara langsung.

“Untuk penguatan karakter, selain mengadopsi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), Surabaya secara khusus menambahkan karakter gotong royong dan wani (berani). Karakter wani tersebut diartikan sebagai keberanian untuk berbuat baik dan bertanggung jawab,” terang Bunda Rini.

Peran orang tua pun menjadi kunci. Melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Kelas Orang Tua Permata PAUD, ribuan ayah dan ibu telah dilatih dalam pengasuhan, gizi, dan manajemen emosi.

“Program ini terbukti efektif melatih ribuan orang tua, termasuk peran ayah, dalam pola asuh, gizi, dan manajemen emosi,” ujarnya.

Selain beasiswa bagi 5.566 anak dari keluarga miskin dan 176 penghafal kitab suci, Pemkot juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan dan Jaspel bulanan untuk guru TK dan PPT, serta mendorong literasi digital melalui pelatihan coding dan kecerdasan buatan (AI) di PAUD.

Ketua Tim Verifikator, Muhammad Ngasmawi, menilai pendekatan Surabaya menunjukkan transformasi yang tidak hanya administratif, tapi juga substansial.

“Tim verifikator berencana mengunjungi lima lokasi selama dua hari, termasuk Graha PAUD, Kecamatan Peneleh, Wonokromo, Kelurahan Ketabang, dan Kelurahan Keputih,” ujarnya. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#paud #sumbangan #Kota Surabaya #berita pemerintahan #orang tua asuh #Pendidikan anak usia dini (PAUD) #gerakan #peran serta masyarakat #berita surabaya hari ini #Berita Pendidikan Terbaru #sosial #program #pendidikan #pemerintah #pemkot surabaya #masyarakat #generasi emas 2025 #csr