RADAR SURABAYA - Seorang perempuan Kristin, 26, menjadi korban jambret kalung emas saat berkendara di Jalan Barata Jaya III, Gubeng Surabaya, Jumat (5/9) sore. Korban dijambret saat perjalanan hendak menjenguk ibunya yang sedang sakit.
Akibat aksi pelaku, kalung emas korban seberat 2,8 gram lenyap. Kristin mengatakan kejadian penjambretan bermula saat dirinya mengendarai motor dari kos kawasan Bratang Gede hendak menuju ke rumah ibunya di Jalan Barata Jaya III.
Sesampainya di depan gapura Jalan Barata Jaya III tiba-tiba dari arah berlawanan datang pelaku berboncengan mengendarai motor Nmax warna abu-abu gelap. Korban saat itu sempat berhenti sebentar karena akan menyeberang menuju jalan akses ke rumah orang tuanya.
"Saat selesai menyeberang akan beli es oyen yang di depan gapura Barata Jaya III tiba-tiba ada dua orang mengendarai motor menarik kalung saya dari belakang," jelasnya, Minggu (7/9).
Setelah kalungnya dirampas korban syok dan sempat duduk sebentar karena kesakitan. Dia tidak sempat berteriak. Apalagi mengejar pelaku. Menurutnya, pelaku mengendarai motor Yamaha Nmax warna gelap antara hitam atau biru. "Secara sekilas pelaku joki berbadan kurus dan yang menarik kalung saya tubuh agak besar," terangnya.
Kalung emas korban yang dirampas memiliki bobot sekitar 2, 8 gram atau senilai Rp 2, 7 juta. Kasus penjambretan tersebut oleh korban belum dilaporkan ke polisi karena masih mendampingi ibunya di rumah sakit. Sementara salah satu penjual es oyen Faris mengungkapkan mengetahui korban dijambret saat terduduk di dekat rombongnya.
"Korban turun dari motor duduk memegang lehernya karena kesakitan, lehernya merah. Saat pelaku menjambret saya nggak lihat karena melihat HP," ucapnya.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Dwi Santoso saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut menyatakan belum ada laporan dari pihak korban. "Gak ada laporan," katanya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto