
RADAR SURABAYA - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat khawatir terhadap kondisi perangkat elektronik di rumah maupun tempat usaha. Perubahan aliran listrik secara tiba-tiba dinilai dapat memperpendek usia perangkat hingga menyebabkan kerusakan.
Dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dedet Candra Riawan ST MEng PhD, mengimbau masyarakat memahami langkah pencegahan agar perangkat elektronik tetap aman saat terjadi pemadaman maupun listrik kembali menyala.
Baca Juga: Kadin Surabaya Sebut Gangguan Listrik Ancam Produktivitas UMKM dan Stabilitas Ekonomi Daerah
Menurut Dedet, sebagian besar perangkat elektronik modern menggunakan komponen sirkuit yang sensitif terhadap perubahan tegangan. Ketika listrik mati dan menyala berulang kali dalam waktu singkat, komponen tersebut dapat mengalami tekanan listrik atau voltage stress.
“Setiap perangkat memang memiliki batas ketahanan masing-masing. Namun, tetap ada titik rentan ketika perangkat menghadapi perubahan tegangan yang drastis dan terjadi berulang,” ujar Dedet, Kamis (25/6).
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga Jawa Timur, PLN Diminta Lindungi Fasilitas Vital
Ia menjelaskan, dampak pemadaman listrik dapat dibedakan menjadi dua, yakni kerusakan fisik perangkat dan terganggunya proses kerja sistem.
Pada perangkat rumah tangga, pemadaman yang terjadi berulang dapat mengurangi masa pakai barang. Sementara pada sektor usaha, gangguan terbesar terjadi pada sistem yang harus bekerja secara terus-menerus.
“Bahkan kedipan listrik selama satu detik saja dapat memutus seluruh rangkaian kerja dan membuat sistem harus mengulang proses dari awal,” ungkapnya.
Dedet juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan. Menurutnya, kualitas tegangan yang dihasilkan genset harus diperhatikan.
Sesuai standar PLN, tegangan listrik ideal berada dalam kisaran toleransi sekitar 5–10 persen dari 220 Volt. Genset berkapasitas besar yang digunakan di kawasan industri umumnya mampu memenuhi standar tersebut, tetapi tidak selalu berlaku untuk genset kecil yang banyak digunakan pelaku UMKM.
“Genset kecil memiliki keterbatasan dalam mengatur bahan bakar dan kestabilan tegangan. Jika terjadi lonjakan daya, perangkat yang terhubung justru bisa mengalami kerusakan,” jelasnya.



