Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Naiknya Kasus Covid-19 di Beberapa Negara, Ini yang Dilakukan Dinkes Surabaya

Dimas Mahendra • Kamis, 5 Juni 2025 | 01:09 WIB

 

Saat pandemi Covid-19 siswa di sekolah diharuskan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.
Saat pandemi Covid-19 siswa di sekolah diharuskan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

RADAR SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan belum ada laporan kasus Covid-19  terkonfirmasi hingga awal Juni 2025. Pemantauan diperketat seiring surat edaran kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menyebut pemantauan dilakukan rutin setiap pekan melalui sistem Surveilans Ketat Deteksi Dini dan Respons (SKDR), termasuk pemantauan dari laboratorium rujukan.

“Sejauh ini, tidak ada laporan kasus Covid-19 terkonfirmasi di Surabaya dalam minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi,” ujar Nanik, Rabu (4/6).

Langkah antisipasi mencakup pengaktifan surveilans ILI/SARI (penyakit mirip influenza dan infeksi saluran pernapasan akut berat) di Puskesmas dan rumah sakit.

Dinkes juga mengedukasi masyarakat bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan RT/RW mengenai protokol kesehatan.

“Kami juga aktif melakukan pemantauan ketat terhadap Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri (PPLN) atau warga yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah/wilayah berisiko tinggi,” tambahnya.

Dinkes Surabaya juga menggencarkan promosi kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga diimbau rajin mencuci tangan pakai sabun, memakai masker saat sakit atau di keramaian, serta mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

Terkait arus balik libur panjang, Nanik memastikan tidak ada lonjakan gejala mirip Covid-19.

“Kasus ISPA/ILI-SARI yang dilaporkan melalui SKDR tetap stabil, dengan penyebab dominan alergi dan flu biasa,” jelasnya.

Untuk jaminan pelayanan, biaya perawatan pasien Covid-19 masih ditanggung melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengikuti ketentuan dan indikasi klinis yang berlaku.

Dinkes juga telah menginstruksikan seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Surabaya untuk memperkuat pelaporan dan koordinasi lewat aplikasi SKDR.

“Terkait kewaspadaan Covid-19, kami mengacu pada Surat Edaran dari Kemenkes RI, terutama untuk penguatan deteksi dini dan komunikasi risiko,” pungkas Nanik. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #kementerian kesehatan #kesehatan #deteksi dini #covid-19 #Dinkes Surabaya