RADAR SURABAYA - Peringatan Hari AIDS Sedunia di Surabaya digelar di sepanjang Jalan Raya Darmo saat Car Free Day, Minggu (1/12).
Dengan menggunakan busana tradisional nusantara, mereka yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Surabaya Suara Berdaya Surabaya (KDS SBS) menggelar longmarch dengan membawa banner bertuliskan Indonesia Bebas Stigma.
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS dan mengurangi stigma diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Koordinator KDS SBS, Michael Yudhianto Bonang menjelaskan, longmarch parade budaya ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat.
"Kami ingin masyarakat lebih paham tentang HIV/AIDS melalui kampanye ini. Edukasi dan pemahaman yang baik diharapkan dapat mencegah stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV," ujar Michael.
Parade busana Nusantara yang melibatkan warga peduli AIDS, kader kesehatan, dan berbagai komunitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Car Free Day.
"Penggunaan busana adat dalam kampanye ini diharapkan lebih menarik perhatian dan mudah diingat," imbuhnya.
Michael juga mengungkapkan bahwa jumlah ODHIV di Surabaya masih tinggi.
"Gunung es stigma dan diskriminasi sudah mulai mencair, sehingga ODHIV lebih berani terbuka. Namun, angka ODHIV di Surabaya masih tinggi. Penyebabnya didominasi oleh perilaku seks sesama jenis (gay) dan penggunaan jarum suntik," ungkapnya.
Sementara itu, kasus penyebaran HIV/AIDS kembali meningkat. Dari data yang dihimpun, sepanjang Januari hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 234 kasus pasien aktif di Surabaya dengan antiretroviral therapy (ART) atau sedang menjalani pengobatan HIV. Mereka rata-rata didominasi usia produktif.
KDS SBS hadir sebagai wadah bagi ODHIV untuk mendapatkan informasi, dukungan, dan teman.
"Mereka yang tergabung dalam KDS SBS adalah ODHIV yang berani terbuka dan siap menerima status mereka. Kami berharap, dengan adanya wadah seperti KDS SBS, stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dapat berkurang di tahun-tahun mendatang," harap Michael.
Selain parade busana, acara ini juga dimeriahkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.
"Kami ingin memberikan akses kesehatan yang mudah bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember ini KDS SBS juga bersama dengan Yayasan Mahameru, RS Unair, RSUD Dr Soetomo, Puskesmas Kedungdoro, Yayasan Orbit, dan HIPPHA. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari