Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Pesan Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo di Malam Renungan dan Tabur Bunga di Pusara Bung Tomo

Rahmat Sudrajat • Minggu, 10 November 2024 | 15:25 WIB
SAKRAL: Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo (kanan belakang) saat tabur bunga dalam malam renungan di makam Bung Tomo di TPU Ngangel Surabaya, Sabtu (9/11) malam.
SAKRAL: Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo (kanan belakang) saat tabur bunga dalam malam renungan di makam Bung Tomo di TPU Ngangel Surabaya, Sabtu (9/11) malam.

RADAR SURABAYA - Untuk mengenang jasa pahlawan 10 November yang telah memberikan kemerdekaan kita semua sampai saat ini, sejumlah elemen masyarakat Surabaya mengadakan acara malam renungan dan tabur bunga di makam Soetomo atau akrab disapa Bung Tomo, pahlawan nasional yang terlibat dalam kisah perang 10 November 1945.

Dalam malam renungan dan tabur bunga di TPU Ngangel Surabaya, Sabtu (9/11) malam, juga dihadiri oleh putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo beserta keluarganya, serta pejuang veteran 45 peristiwa 10 November yang masih hidup.

Mereka juga menggelar doa bersama lintas agama di depan makam Bung Tomo dan juga istri Sulistina Sutomo. 

Menurut putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo, malam renungan dan tabur bunga menjadi sesuatu yang mengharukan dan juga membangkitkan semangat.

Sebab, jasa pahlawan yang membuat kita semua sampai saat ini masih mempunyai semangat patriotisme dan bersatu.

"Saya kira ini sesuatu yang mengharukan dan juga membangkitkan semangat kita semua. Tanpa jasa pahlawan kita semua tidak bisa merdeka seperti sekarang ini dan membuat kita semua bersatu untuk bangsa ini," kata Bambang.

Bambang mengaku peristiwa 10 November sangat dikenangnya sebab bapaknya menjadi motor pembangkit semangat juang arek-arek Suroboyo dan bersumpah mempertahankan kota Surabaya sampai titik darah penghabisan.

"Bapak saya sering kali menangis mengingat seolah mengajak gugur pejuang. Bapak saya juga menangis mengingat bahwa teman-temannya seperjuangan banyak yang gugur tanpa nama merupakan pejuang yang betul-betul menunjukkan pengabdian yang sangat besar terhadap bangsa Indonesia," ungkapannya.

Hal inilah yang diyakini oleh Bambang selaku putra pejuang nasional dalam peristiwa 10 November 1945 untuk terus berjuang membangun bangsa ini seadil-adilnya dan sebaik-baiknya. 

"Ini yang membuat saya yakin bahwa perjuangan harus diteruskan dan nggak bisa dipisahkan. Tanpa keadilan kita semua tidak mengenal kemerdekaan. Tanpa keadilan kita tidak mengenal hidup yang lebih layak itu inti dari keadilan buat bangsa ini," tegas Bambang.

Bambang juga menyebut masih banyak pahlawan yang gugur tanpa tanda jasa dan yang gugur tanpa nama.

Itu yang membuat teringat bahwa pengorbanan ini tidak boleh sia-sia.

Bangsa ini juga tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur. 

"Jangan membuat sengsara pejuang negara kita. Ini yang harus diperhatikan semangat pengorbanan mereka yang berjuang tanpa pamrih,” ujarnya.

“Nah, pesan pejuang tanpa pamrih ini harus ditanamkan teman-teman sekarang. Dan menjadi pegangan kita semua," imbuhnya.

Dengan renungan malam 10 November di makam bapaknya Bambang berpesan untuk bangsa Indonesia bahwa bangsa ini harus mengingatkan kembali pengorbanan pahlawan. 

"Pejuang dulu mengutamakan kehidupan bangsa negara lebih utama dari kepentingan lain. Oleh karena itu jangan tempatkan kepentingan pribadi golongan diatas kepentingan bangsa. Agar kita semua semangat bersatu demi keutuhan NKRI," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#hari pahlawan #surabaya #bung tomo #Perang 10 November #kota pahlawan #pahlawan nasional