RADAR SURABAYA - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan monitoring terhadap realisasi dari penerapan program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak.
Program ini merupakan salah satu bentuk dari upaya pemerintah dalam memberdayakan warga dan jajaran pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Mereka diharapkan bisa lebih responsif dalam menangani permasalahan perempuan dan anak.
Monitoring ini dilakukan langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani.
Wilayah kelurahan pertama yang jadi sasaran pemkot adalah RW 2 Kelurahan Sidotopo.
Dalam monitoring di lapangan itu, Rini mengaku sangat mengapresiasi realisasi dan supporting yang dilakukan pengurus RW dan jajaran kelurahan di sana.
"Saya sudah berkeliling melihat kampung sehat, kampung belajar, kampung aman, serta kampung kreatif dan produktif yang dimiliki RW 2 Kelurahan Sidotopo ini. Saya yakin ini semua bisa terwujud karena sinergi warganya," kata Rini.
Rini pun mengaku takjub dengan pengaplikasian mereka. Pada wilayah itu, program bapak dan ibu ASI berhasil diterapkan dengan maksimal.
Bagi dia, membangun kesadaran untuk memberikan ASI pada anak harus dimiliki semua pasangan, terutama pasangan muda.
"Untuk menjadi kampung ramah anak dan perempuan salah satu yang harus diperhatikan adalah ASI dan ruang pendidikan anak. Di sini saya melihat hal tersebut ada duta bapak dan ibu ASI, ada ruang khusus bermain anak hingga ruang belajar," ucapnya.
Selain itu, di kampung tersebut rupanya juga menerapkan program jimpitan atau sedekah.
Hasil dari sumbangan itu menurut Rini kemudian diberikan kepada warga kurang mampu di wilayah RW lainnya, baik berupa beras maupun bahan pokok lainnya.
"Mimpi Pak Wali tercipta untuk menciptakan kampung madani terwujud di kampung ini, ada sedekah yang diberikan secara sukarela. Semoga berkah untuk semuanya dan saya berharap bisa tetap guyub dan rukun," ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayanti menjelaskan, monitoring atau tinjauan langsung di lapangan ini dilakukan juga dalam rangka roadshow pemenang lomba KAS-PRA 2024.
Lomba KAS-PRA ini menurut dia sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. Ada lima indikator yang dinilai, di antaranya Kampung Aman, Kampung Belajar, Kampung Sehat, Kampung Asuh, serta Kampung Kreatif dan Produktif.
Pelaksanaan lomba KAS-PRA ini juga melibatkan akademisi dan pemerhati anak serta perempuan.
"KAS-PRA ini harus menyerahkan portofolionya dulu kepada kita, lalu dipresentasikan baru setelahnya dilakukan kunjungan oleh para juri. Hasilnya kampung yang menang beberapa kategori akan dilakukan roadshow seperti di Sidotopo ini," ujar Ida. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari