RADAR SURABAYA - Upaya pengembangan lahan bekas THR-TRS menjadi Surabaya Expo Center di Jalan Kusuma Bangsa terus dilakukan. Mulai dari pengembangan dengan cara menggunakan APBD atau pun membuka peluang kerja sama dengan calon investor.
Saat ini sudah ada enam calon investor yang melirik aset pemerintah kota itu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, upaya untuk mengembangkan aset yang sebelumnya sempat mati suri itu memang terus berjalan.
Surabaya Expo Center (SBEC) itu rencananya akan dibagi menjadi dua area. Pertama, area outdoor dengan konsep area konser terbuka seluas 1,7 hektare Kemudian yang kedua adalah konsep bangunan dengan luas 2,3 hektare.
"Jadi, kita bisa melakukan dengan APBD, bisa juga dengan investor (pengembangannya). Ada enam investor yang ingin melakukan kerja sama," kata Eri di Surabaya, Minggu (18/8).
Namun, Eri menambahkan, ketika memang akan dilakukan pengembangan dengan melibatkan investor, maka skema pengembangannya harus jelas dan klir sedari awal. Maksudnya, penataan area UMKM dan siapa pun yang terlibat harus ditata bersama dan melibatkan warga sekitar.
"Jangan sampai ketika ada investor, mereka yang ngatur semuanya, termasuk UMKM. Wargaku terus gimana," tuturnya.
Ketika ternyata diskusi itu alot, Eri mengaku pengembangannya akan difokuskan dengan penggunaan APBD saja. Sebab, dia tidak ingin, ketika pemkot bergerak melakukan program atau membuka peluang di suatu daerah, warga di sekitar areanya malah tidak dilibatkan.
"Untuk penataan FnB nya, penataan dengan UMKM, maka kita harus duduk bersama. Karena saya terus terang, saya ingin melibatkan banyak orang. Kalau sudah ada yang dikerjakan oleh pemkot, maka di situ harus juga menggerakkan UMKM-nya," ujarnya.
Eri mengaku, yang terpenting bagi pemerintah kota adalah dapat mengangkat kondisi perekonomian warga sekitar. Apalagi, area Tambaksari tidak dinafikan adalah area yang padat penduduk. Ketika ada aset pemerintah yang sedang dikembangkan di area tersebut, maka warganya juga harus bisa merasakan.
"Jadi, kita liat dari (investor) yang diberikan pada kita apa. Karena di sini, kebetulan paling padat masyarakatnya. Nah, pemudanya masih banyak yang belum bekerja. Saya bilang, kalau UMKM itu diberi lahan jualan, yang menjual nanti anak-anak mudanya. Jadi, anak mudanya nanti dikasih latihan public speaking, cara berjualan dan lain sebagainya," pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek