Sang ibunda, Khofifah Indar Parawansa juga terlihat hadir dalam wisuda ke-243 yang digelar di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C, Sabtu (10/8).
Menurut Ali Mannagalli Parawansa, memiliki ketertarikan dengan ilmu hukum sedari lama. Sehingga dia sukses meraih cita-cita dengan bergelar sarjana hukum.
Lebih lanjut dia menerangkan ketertarikannya pada ilmu hukum diturunkan dari sang ibunda.
Baginya, ilmu hukum merupakan ilmu yang unik dan patut didalami sebagai generasi penerus bangsa. Haus akan pengetahuan dan ilmu baru salah satu bahan bakarnya untuk menyelami lebih dalam ilmu hukum.
“Sosok ibu merupakan salah satu sosok berpengaruh dalam hidup dan studi saya. Ia selalu memberikan wejangan, nasihat serta menjadi sosok pendukung utama saya tidak berhenti untuk belajar hingga masa tua karena bekal ilmu akan kekal selamanya,” kata Ali.
Selama studi, Ali juga aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus.
Tentu hal ini membuat dia mempunyai pengalaman yang lebih.
"Selama studi, saya tergabung dalam eksternal fakultas yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan menjabat sebagai ketua pada tahun 2021 hingga 2022.
Tidak hanya itu, saya juga tergabung dalam organisasi HIPMI PT (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi) Surabaya periode 2022/2023, dan DPW HPN Jatim (Himpunan Pengusaha Nahdliyin) periode 2023 hingga 2028,” terangnya
Tentu menyelaraskan kesibukan organisasi dan perkuliahan bukan perkara gampang. Selama studi, Ali kerap kali kewalahan dan frustasi akan rutinitasnya yang padat. Namun, hal itu bukan menjadi alasan untuk seorang Ali dapat lulus tepat waktu.
“Selayaknya mahasiswa lainnya, saya juga kerap kewalahan dan sulit untuk memahami materi yang diberikan oleh dosen. Menurut saya, hal ini tidak menghalangi saya untuk menyelesaikan studi dengan tepat waktu,” ungkapnya.
Proses yang cukup panjang ini yang menjadi pembelajaran berarti bagi Ali. Hal ini membuatnya menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan yang terjadi.
“Karena ketika Tuhan ingin memberikan derajat tinggi, maka Tuhan akan menghancurkan dirimu. Setelah mengalami kehancuran, Tuhan akan menata ulang. Melalui suatu proses yaitu dengan cara penempaan yang luar biasa. lalu setelah penempaan itulah dirimu akan menjadi seseorang yang kuat,” tuturnya.
Baginya sosok sang ibunda tidak hanya menjadi sosok yang berjasa bagi Jawa Timur, namun juga menjadi panutan bagi seluruh anaknya. Kiprahnya dalam memimpin Jawa Timur turut menginspirasi Ali untuk menentukan jenjang karirnya.
“Sedari dulu saya memiliki cita-cita sebagai seorang pengacara dan politisi. Pasca studi sarjana saya saat ini akan melanjutkan studi magister ilmu hukum serta akan berkecimpung dalam dunia perpolitikan seperti ibu,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan