SURABAYA - Berkali-kali penipuan bermula dari perkenalan lewat aplikasi. Kejadian yang sama hampir dialami korban R, 26, saat bertemu kenalannya lewat aplikasi Tinder.
Korban berkenalan dengan Fahmi, 26, warga Jalan Kalianak Timur, Surabaya. Bukannya, jodoh yang didapat wanita ini malah menjadi korban pencurian sepeda motor, di depan apartemen Jalan Menur, Surabaya. Tersangka Fahmi ditangkap dan berakhir dihajar massa.
Tersangka dihajar massa yang berjumlah ratusan saat itu. Hingga akhirnya, polisi datang ke lokasi. Polsek Sukolilo berhasil mengamankan tersangka ini, di Jalan Menur, Surabaya, dari amuk massa.
Bahkan, pencuri sepeda motor bermodus kenalan lewat Tinder ini, diselamatkan dengan susah payah. Polisi harus melepaskan tembakan peringatan.
"Kami lepaskan tembakan untuk membubarkan massa. Tersangka babak belur saat kami amankan, " terang Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patera Negara melalui Kanitreskrim Ipda Aan Dwi, Sabtu (8/6).
Kejadian tersebut dialami R pada Jumat (7/6) malam. Korban dan tersangka awalnya berkenalan dengan korban. Kemudian keduanya sepakat bertemu di Jalan Menur, Surabaya.
Keduanya sempat mengobrol hingga akhirnya berhenti di Taman Mundu, Surabaya. Setelah beberapa saat, menggunakan sepeda motor korban, keduanya kembali untuk.pulang.
Sesampainya di Jalan Menur, Surabaya, korban diminta turun oleh tersangka. Korban tidak curiga karena dianggap akan menyerahkan sepeda motornya. Namun, ternyata tersangka tancap gas.
Korban merespons dengan menarik motornya hingga terseret beberapa meter. Massa yang mengetahui langsung membantu korban dan mengepung tersangka.
Tersangka berhasil dikepung dan dihajar massa yang sudah berkumpul di Jalan Menur, Surabaya. Tersangka kemudian dievakuasi ke Polsek Sukolilo.
"Tersangka kami amankan dalam kondisi babak belur. Sementara korban mengalami luka lecet di kakinya karena terseret. Kami masih mengembangkan kasus ini. Kemungkinan ada korban lain," terangnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek