RADAR SURABAYA – Hari ini, Senin (20/5) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Pemkot Surabaya menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Surabaya.
Mengusung tema Bangkit untuk Indonesia Emas, upacara berjalan dengan khidmat dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Sejumlah tamu undangan dari Forkopimda juga nampak hadir mengikuti upacara itu dengan khidmat.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji usai upacara itu menyampaikan, perkembangan dunia teknologi saat ini telah mengubah kehidupan manusia secara revolusioner.
Armuji menjelaskan, dalam amanat yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Budi Arie Setiadi, imbas dari perkembangan teknologi itu kini membawa manusia pada fase kebangkitan yang kedua.
Fase yang dimaksudkan itu adalah fase di mana kehidupan sehari-hari seluruh masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari peranan kemajuan teknologi.
"Maka dari itu guna menyongsong Indonesia emas, maka sudah menjadi hal yang mutlak bagi kita untuk menguasai teknologi ini," kata Armuji.
Dia menambahkan, masyarakat sekarang mau tidak mau harus bisa berkompromi dengan laju perkembangan dunia digital dan teknologi.
Peranan generasi muda pun menurut dia juga harus mau untuk berkolaborasi dengan generasi yang lebih tua agar mereka tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman.
"Kalau tidak cepat beradaptasi, maka tujuan untuk menuju generasi emas itu akan sulit terwujud. Ada kata bijak menyampaikan, siapa yang menguasai teknologi maka dia yang akan menguasai peradaban," ucapnya.
Kata bijak itu menurut Armuji sangat related jika dibenturkan dengan kondisi hari ini, di mana manusia dipaksa harus beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi tersebut.
Kondisi hari ini, menurut Armuji, para generasi muda ini sudah melek dengan digitalisasi.
"Tinggal kita memberikan tempat kepada generasi ini untuk berkolaborasi, berdiskusi dengan temannya sehingga mereka bisa menyalurkan idenya ke dunia digital," tuturnya.
Lebih jauh, Armuji pun mengimbau agar para generasi muda ini juga bisa memfilter perkembangan era digital saat ini.
Mereka diminta untuk bisa membedakan mana yang punya manfaat baik pada mereka dan mana yang ternyata lebih banyak mendatangkan keburukan. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari